Selasa, 29 Mei 2018

BAW#DAYS11diamond


PART  FIVE, Ramadhan Hari kesebelas

I.       Please Finding Your Diamond

Congratulation, sahabat sudah berada pada zona aman dengan tetap berada pada track impian anda! Anda berhak mendapatkan 5 bintang. Masyaalloh saat membayangkan kita ada pada posisi demikian rasanya asyik dan menyenangkan ya sahabat.
Ayo kita bergerak menemukan diamond sebuah berlian dalam diri kita, adakah selalu bersinar atau sudah bertambah redup tertutupi ketebalan penyakit hati yang menggerogoti sanubari. Bagaimana caranya ya agar kita mampu melejitkan potensi positif dalam diri.
Sehingga tercipta keseimbangan antara keinginan dengan keimanan di sinergikan dengan kreativitas agar ga mati gaya sahabat sebab orang pesimis selalu mencari alasan namun sebaliknya orang optimis selalu merasa ambil bagian.

Hati – hatilah sahabat di saat kita  melangkah bisa hal itu akan jadi lawan sekian banyak orang jadi jangan lalai sahabat tetaplah berada di gelombang dan frekuensi yang sama yaitu Islam kaffah. Mulailah dengan change your word make a goodness, and change your word make a whitness, be agent of change in the world.Subhanlloh.
1.   Merubah kata – kata menjadi lebih baik bukan hanya tentang mensugesti diri sendiri  melainkn   barangsiapa bisa mengenal diri sendiri bisa mengenal alloh
2.      Ma’rifatulloh mengenal alloh. Hakekatnya kita harus mengenal diri sendiri sebelum mengenal Alloh SWT.
   Ada 3 pertanyaan yang kita ajukan ke diri sendiri yaitu :
a.       Berasal darimana kita? ke alloh  
b.      Akan kemana? tujuannya untuk beribadah di bumi alloh adalah semata –
      mata beribadah karena Alloh SWT.
c.       Kemana  kita kembali? tentu saja ke alloh kita kan kembali
Nah untuk ketiga hal di atas marilah kita ibaratkan diri kita seperti tukang parker yang tidak merasa memiliki kendaraan yang banyak , jadi selalu ikhlas dan berpositif thinking terhadap kejadian yang menimpa hidup kita.Ruku dan sujud kepada Alloh SWT dengan seluruh nafas, fikir dan jangan mudah mengeluh.
 Siapapun yang melihat keindahan berlian tentu akan jatuh cinta dan ingin memilikinya.   Bahkan, ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa “berlian adalah sahabat wanita”. Namun, tahukah sahabat bagaimana proses terbentuknya berlian, mengapa ia begitu diminati, dan mengapa harganya mahal?
Masyaalloh berbagai informasi seputar berlian sungguh membuat decak kagum. Karena ternyata berlian terbentuk dari karbon yang berasal dari gunung berapi yang terdapat ratusan meter di bawah permukaan bumi dengan suhu atau temperature yang sangat tinggi/panas. Batu berlian tersebut kemudian terbawa ke permukaan bumi melalui letusan vulkanik. Proses naiknya berlian ke permukaan bumi sendiri memerlukan waktu yang sangat lama, yaitu sekitar 1 – 3 milyar tahun. Berlian termasuk salah satu jenis batu permata yang sangat kuat dan keras dengan satuan tingkat kekerasan 10 Mohz. Nama berlian diambil dari bahasa Yunani kuno yang artinya “Tak Terkalahkan” itu dari asal mula terbentuknya berlian, jadi ga heran ya jika harganya “mehong” banget sahabat.
Nah seperti diri kita yang akan berkilau jika di tempa dengan perjuangan yang tak mengenal keluh kesah. Ssudah siap untuk untuk melejitkan potensi dengan ga jengkel lagi kan sahabat. Keep stay tune  ya sahabat. Jumpa besok, semoga bermanfaat.

Image result for perbedaan marah dan jengkelImage result for perbedaan marah dan jengkelImage result for perbedaan marah dan jengkel

BAW#DAYS10healing


PART  FOUR, Ramadhan Hari kesepuluh
Sudah merasa lebih baik hari ini ?
Berikut ini adalah terjemahan arti kata Hari – hari yang sudah kita lewati membuahkan banyak  pemikiran juga konsentrasi agar menjadi sebuah gagasan dan konsep diri yang mantap jiwa.
Sahabat pada pembahasan kemarin sudah mulai tampak bahwa di antara penyebab jengkel yang kita rasakan adalah karena beradanya berbagai penyakit hati yang  berada dalam orbit jiwa raga seorang manusia. Nah setelah sahabat mengetahuinya maka diperlukan mega proyek hati yaitu pengentasan atau penyembuhan agar apa yang tidak sesuai dengan harapan dapat menjadi hal positif bagi asupan gizi mental dan sikap kita.
Saya mengistilahkan dengan healing concern atau  kepedulian untuk menyembuhkan diri dari berbagai penyakit hati tersebut agar tidak menjadi akut, kronis dan menahun dalam gerak langkah serta nafas kita.

             Pernahkah sahabat membeli obat  batuk yang di pasaran, coba deh perhatikan ada tuh kata - kata  antihistaminic healing atau penyembuhan dengan obat anti batuk. Wah keren ya, ad obat anti batuk. Ada juga istilah faith healing yaitu penyembuhan memlaui doa, nah ini paling oke.
I really concern your bad attitude in my life . (Saya benar-benar peduli (mempertanyakan) sikap - sikapi buruk kamu dalam kehidupan saya).
Kalimat ini sepintas tidak bermasalah, tapi ternyata salah dalam pernyataannya.  Lantas bagaimana  seharusnya?.


Mari kita buat ilustrasi sederhananya. Jika seseorang itu sudah berhasil mesuk dalam mimpi – mimpi kita sebagai upaya atas ketidaksukaannya terhadap kita, maupun kesehariannya, ehm itu artinya sudah menguasai seluruh urat nadi kita lho, buktinya bahwa apapun yang kita kerjakan jadinya untuk orang lain, sayang sekali kan.


Alloh dulu, alloh lagi dan alloh terus, jika kata – kata itu mampu kita sugestikan maka yang muncul adalah penekanan kita terhadap hal dan pikiran negatif yang muncul dalam lintasan kebaikan dan bisa menjadi titik fokus healing dalam hidup ini. 

Sekian dulu ya malam ini. Semoga Bermanfaat.














BAW#DAY9Nanik


PART  FOUR, Ramadhan Hari kesembilan

Assalamu’alaikumussalaam,…. 

Alhamdulillah kita sudah memasuki ramadhan minggu kedua.Sebuah proses yang penuh berkah  telah kita lalui kemarin, masyaalloh keberkahan Allah SWT di ramadhan 10 hari pertama kita diberikanNya keberkahan yang melimpah ruah, jadi nikmat manakah yang kan kita dustakan. Masih berani coba – coba untuk kufur nikmat? Rasanya kok ndak mau ya sahabat., sayang banget puasa kita jika masih seperti itu. Pada kesempatan saat ini penulis ingin berbagi tentang pentingnya mengetahui berapa banyak kita sudah percaya dengan kemampuan dan kemauan diri sendiri. Semoga berkenan membacanya.

Sahabat  pernahkah merasakan ga percaya diri? Rasanya sebenarnya Percaya diri (self-co nggak enak nfidence) adalah kemampuan individu untuk dapat memahami dan meyakini seluruh potensinya agar dapat dipergunakan dalam menghadapi penyesuaian diri dengan lingkungan hidupnya. Jika kita sudah kehilangan rasa “PD” tersebut nanti akan memunculkan rasa yang lebih tidak mengenakkan lagi seperti mudahnya kita sakit hati akan sesuatu hal yang di luar ekspektasi kita misalnya, atau bisa muncul karena ketidakpuasan terhadap kinerja sendiri dan teman-temannya bahkan lingkungannya yang sesungguhnya akar permasalahan tersebut berasal dari adanya krisis kepercayaan diri yang lambat kita sadari keberadaannya.. Semua orang sebenarnya punya masalah dengan istilah yang satu ini. Ada orang yang merasa telah kehilangan rasa kepercayaan diri di hampir keseluruhan wilayah hidupnya, sehingga tidak mungkin atau hal yang mustahil ia bisa memiliki rasa percaya terhadap keputusan yang telah ia buat sendiri. Mungkin terkait dengan soal krisis diri, depresi, hilang kendali, merasa tak berdaya menatap sisi cerah masa depan, dan lain-lain. Ada juga orang yang merasapercaya diri dengan apa yang dilakukannya atau dengan apa yang ditekuninya. Kepercayaan diri termasuk kedalam aset atau investasi penting dalam diri untuk bisa melakukan kehidupan sehari-hari dengan baik meskipun anda tidak dalam lingkungan sosial yang baik.

            Hati yang sakit (barisan rasa iri hati, takabur, riya, ujub, sum’ah, hasad, taqtir dan panjang  
   angan – angan ). Salah satu penyumbang penyebab mudahnya jengkel hati kita adalah rombongan
   penyakit hati Penyakit hati itu sungguh berbahaya. Karena dampaknya sangatlah buruk seperti
·      Berdosa, terancam siksa di Neraka
·      Bisa mendatangkan adzab
·      Merugikan dan membuat risih orang lain
·      Kadang bisa membuat fisik sendiri juga jadi sakit
·      Dan masih banyak lagi, jadi sebisa mungkin kita jaga hati ya sahabat agar ke 6 barisan penyakit hati tidak nempel dan melekat dalam diri kita, Keep doa ya.
Dijelaskan dalam Al Qur’an tentang sebab dan akibatnya, di antaranya adalah :
1.      Takabbur yang berarti sombong. Astagfirloh! Sombong in yang  bisa jadi kita sadari atau tidak.  nyata-nyata  sudah meresahkan orang lain.
Misalnya, tatkala ada seseorang yang hendak menasehati kita, tapi kita malah menolaknya. Kita manganggap diri kita sudah benar, hebat, dan pintar; tidak ada yang salah sama sekali. Jadi tidak perlu mendengarkan apa-apa masukan dari orang lain. Karena orang lain itu kebanyakan salah, bodoh, dan tidak berguna. Padahal, bisa jadi itu hanya anggapan saja, bukan realita.
Sombong praktiknya bisa bermacam-macam. Namun intinya sombong itu adalah merendahkan orang lain dan menolak kebenaran.
Beberapa contoh orang-orang sombong yang dimusnahkan oleh Allah diantaranya adalah: Firaun, Raja Namrud, Qarun. Tentunya kita selalu berdoa agar tidak seperti mereka ya sahabat.
Allah SWT berfirman: Janganlah kalian berjalan di muka bumi dengan penuh kesombongan (QS al-Isra’ [17]: 37).
Allah SWT pun berfirman (yang artinya): Itulah kampung akhirat yang Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menghendaki kesombongan di muka bumi dan tidak pula membuat kerusakan. Akibat kebaikan itu adalah bagi kaum yang bertakwa (QS al-Qashash [28]: 83).
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk Surga orang yang di dalam kalbunya ada sikap sombong meski sebesar biji sawi.”
Bagi mereka yang mengidap penyakit sombong, sebenarnya cara agar sembuhnya agak mudah. Yaitu, cukup ‘buka mata’ saja untuk melihat fakta. Karena kerapnya orang yang sombong itu adalah mereka yang tak melihat fakta bahwa sejatinya dirinya tidak seperti yang ia khayalkan.
2.      Riya’ adalah melakukan ibadah, dengan niat ingin nantinya dipuji manusia, dan tidak berniat beribadah kepada Allah semata. Ada seseorang yang dia itu sholatnya jadi diperbagus dan diperpanjang hanya bila dilihat oleh orang lain. Supaya orang lain melihatnya. Kalau orang lain sedang tidak ada, maka sholatnya asal-asalan. Jadi seperti barang mainan saja ya sahabat.
Menurut Al-Hafidz Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Baari berkata: “Riya’ ialah menampakkan ibadah dengan tujuan dilihat manusia, lalu mereka memuji pelaku amalan itu”.
Menurut Imam Al-Ghazali, riya’ adalah mencari kedudukan pada hati manusia dengan memperlihatkan kepada mereka hal-hal kebaikan. Sahabat riya’ini bisa muncul kapan saja. Bisa saat sebelum beramal, ataupun saat sedang beramal.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”. (QS. Al-Baqarah: 264)
Dan ada lagi peringatan bagi kita yaitu
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat karena riya.” (QS. Al Maa’uun 4-6)
3.      Ujubadalah sikap mengagumi diri sendiri, karena merasa lebih dari yang lain. Berbangga diri gitu. Mungkin agak mirip dengan takabbur. Namun kalau ujub, belum tentu sambil berkeyakinan menolak kebenaran. Jadi sudah tahu ya sumbernya bila kita mudah dan sering sekali jengkel maka bisa jadi tuh salah satunya dari rasa yang ini nih.

Kalau menurut Imam Al-Ghazali, “Perasaan ‘ujub adalah kecintaan seseorang pada suatu karunia dan merasa memilikinya sendiri, tanpa mengembalikan keutamaannya kepada Alloh.” Meski tentu tidak selalu, namun bisa jadi seseorang itu menjadi ujub karena dipicu diantaranya oleh

  • mendapatkan banyak pujian-pujian dari orang lain

·   Banyak berhasil beberapa kali
·   Memiliki wewenang besar dan langka, yang bila dimanfaatkan akan sangat memudahkan yang biasanya sulit
·   Memiliki banyak ilmu pengetahuan
·   Terkenal
·   Fisik dan penampilannya menarik
Yang pasti, ujub itu terjadi bila telah berhenti dari berdzikir kepada Allah.
“Bagi Allah semua kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antaranya.” (QS. Al Maidah: 120)
Rasulullah Saw bersabda, “Tiga hal yang membinasakan: Kekikiran yang diperturutkan, hawa nafsu yang diumbar, dan kekaguman seseorang pada dirinya sendiri.” (HR. Thabrani).

4.      Sum’ah asal Kata “sum’ah” berasal dari kata “samma’a”, yang artinya secara bahasa adalah “memperdengarkan”. Secara  istilah, sum’ah adalah sikap seorang muslim yang membicarakan atau memberitahukan amal shalihnya -yang sebelumnya tidak diketahui atau tersembunyi- kepada manusia lain, agar dirinya mendapatkan kedudukan dan/atau penghargaan dari mereka, atau mengharapkan keuntungan materi.
Dalam kitab Fathul Bari, Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani ada mengetengahkan pendapat Izzudin bin Abdussalam yang membedakan antara riya dan sum’ah. Bahwa riya adalah sikap seseorang yang beramal bukan untuk Allah; sedangkan sum’ah adalah sikap seseorang yang menyembunyikan amalnya untuk Allah, namun ia bicarakan hal tersebut kepada manusia. Sehingga, menurut beliaiu, semua riya itu termasuk perbuatan tercela. Sedangkan sum’ah, bisa jadi termasuk amal terpuji jika ia melakukannya karena Allah dan untuk memperoleh ridha-Nya, dan tercela jika dia membicarakan amalnya di hadapan manusia.
Dalam Al-Qur’an Allah telah memperingatkan tentang sum’ah dan riya ini: “Hai orangorang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia…” (QS. Al-Baqarah : 264)
Rasulullah Saw juga memperingatkan dalam haditsnya, “Siapa yang berlaku sum’ah maka akan diperlakukan dengan sum’ah oleh Allah dan siapa yang berlaku riya maka akan dibalas dengan riya.” (HR. Bukhari)
Diperlakukan dengan sum’ah oleh Allah maksudnya adalah, diumumkan aib-aibnya di akhirat. Sedangkan dibalas dengan riya, artinya diperlihatkan pahala amalnya, namun tidak diberi pahala kepadanya.
5.      Hasad adalah merasa iri dengki pada kenikmatan dan kelebihan orang lain, disertai harapan agar semua itu hilang dari orang lain itu. Baik disertai harapan agar berpindah kepada dirinya, sehingga fokusnya hanya pada dirinya saja..
Hasad hukumnya haram, baik dalam hal duniawi atau hal agama.  Apalagi kalau hasad itu disertai tindakan, perbuatan, atau ucapan, langsung atau tidak langsung, agar kenikmatan/kelebihan itu hilang dari pemiliknya. Naudzubillah.
6.      Dengki .  Dengki merupakan suatu perbuatan yang memiliki dampak luas bagi jiwa dan raga kita. Abu Hurairah ra. menuturkan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: “Janganlah kalian saling dengki, jangan saling menipu, jangan saling menjauhi, dan jangan sebagian kalian membeli di atas pembelian yang lain.  Jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara.  Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak boleh menzaliminya, enggan membelanya, membohonginya dan menghinanya.  Takwa itu di sini—Rasul menunjuk dada beliau tiga kali. Keburukan paling keterlaluan seseorang adalah ia menghina saudaranya yang Muslim.  Setiap Muslim atas Muslim lainnya itu haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.” (HR Muslim dan Ahmad)
7.      Taqtir  itu artinya terlalu pelit. Tidak mau mengeluarkan harta, padahal wajib.
       Imam Ibnu Jauzi dalam kitabnya at-thibbu ar-ruhi mendefinisikan kikir sebagai sifat
        enggan menunaikan kewajiban, baik harta benda ajau jasa.
Kikir ini termasuk penyakit hati yang sangat membahayakan. Apalagi kalau semakin banyak orang yang seperti ini, bisa-bisa semasyarakat akan hancur. Lantaran, tiap orang memang punya hak dari orang lain. Kalau itu ditahan, maka kebutuhan orang akan macet. Namun tentu alasan utamanya adalah karena bila kewajiban ditahan, maka Allah akan murka, sehingga sulit bahkan bisa saja mustahil mendapat berkah.
Rasulullah Saw bersabda: “Seburuk-buruk sifat yang ada pada seseorang adalah sifat pelit yang sangat pelit dan sifat pengecut yang sangat pengecut.” (HR. Ahmad)
Maka, apabila kita termasuk orang yang seperti itu, hendaknya kita menghilangkan penyakit hati tersebut dengan cara merenungkan bagaimana kondisi kita di Akhirat kelak bila sifat kikir itu dipelihara terus-terusan. Malah bisa jadi balasan buruknya bukan sekadar didapat di Akhirat, di Dunia pun bisa jadi dapat juga.
“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan akan dikalungkan kelak di lehernya pada hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali ‘Imran: 180)
Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar” (QS. Al Lail: 8-10)
وَأَمَّا مَنۢ بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ ﴿الليل
وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ ﴿الليل
فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلْعُسْرَىٰ ﴿الليل
10. Panjang angan – angan .Orang yang terlalu panjang angan-angan pun berbahaya. Karena dia mengerahkan segenap tenaganya, waktunya, dan uangnya untuk mengejar keinginan-keinginannya; sembari melalaikan kewajibannya dan malah tak peduli hal-hal yang diharamkan.
Orang seperti itu, seolah-olah atau memang menganggap dirinya tak akan mati, atau matinya masih lama. Sehingga, dia tidak mempersiapkan bekal untuk menghadapi hari Akhir.
“Orang berakal adalah yang tidak panjang angan-angannya. Karena, siapa saja yang kuat angan-angannya, maka amalnya lemah. Siapa saja yang dijemput ajalnya, maka angan-angannya pun tidak ada gunanya. Orang berakal tidak akan meninggal tanpa bekal; berdebat tanpa hujah dan berbenturan tanpa kekuatan. Dengan akal, jiwa akan hidup; hati akan terang; urusan akan berjalan dan dunia akan berjalan.” (Ibn Hayyan al-Basti, Raudhatu al-‘Uqala’ wa Nuzhatu al-Fudhala’).
wallahu a'lam 

Artikel 9 Let Go