PART THREE
Subhanalloh otak merupakan salah satu organ yang sangat penting dalam kehidupan suatu organisme seperti manusia.Mulai dari pemahaman bagian-bagian otak tertentu yang berperan dalam perilaku,sehingga pada perkembangannya organ otak menjadi perhatian khusus para psikolog.
Otak juga sebagai mediator penghubung dimensi alam kehidupan di semesta raya ini,betulkah demikian? Kita lihat lagi pembuktian yang tak terbantahkan.
Kita lihat ke belakang sejenak tentang
tekhnologi tercanggih saat ini, maka kita tidak bisa melepaskan
diridari yang namanya komputer dan gadget. Banyak orang menyebut perangkat modern
ini sebagai“bapaknya mesin” (father of machine),karena memulai
komputer inilah mesin-mesin bertekhnologi tinggi dirancang danditemukan.
Mulai dari bangunan, mobil, tulisan, program data, hingga filmanimasi,
dimana kesemuaannya itu dirancang menggunakan komputer.
Saat ini perkembangan kecanggihan tekhnologi komputer semakin mencengangkan,bagaimana tidak, hampir seluruh kegiatan manusia terhubung dengan perangkat ini. Dalam beberapa hal, komputer memang lebih cepat dari otak manusia,sehingga banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan cepat dan efisien.Fenomena ini membuat banyak orang yang khawatir jika suatu saat nanti komputerakan lebih pintar dari manusia, sehingga akhirnya menggeser tenaga manusia.

Bisa jadi munculnya kejengkelan dalam hati kita karena kita kurang bisa memodifikasi permasalahan sehingga kita terjebak dalam rutinitas "mendiamkan masalah", mengendapkan sampai suatu masa diledakkan dan akhirnya menjadi tontonan yang tidak patut di contoh bagi sekitar kita karena ucapan-ucapan yang tak pantas keluar karena sikap yang tak santun tertampak.Nah lho , nggak nyaman kan jika demikian. Tentu saja kekhawatiran ini kurang berdasar, sebab perangkat komputer dalam pengoperasiannya tidak akan mampu berfungsi tanpa ada otak intelektual yangbertindak.Sehingga tanpa sadar informasi yang masuk itu sangat banyak dan akan terfilter dengan sendirinya oleh pasukan hebat tersebut yaitu neuron-neuroan yang bermilyar - milyar jumlahnya.
Secara normal, setiap hari otak kita dapat menyimpan setengah juta gambar objek yang diterima setelahditangkap dulu oleh fungsi mata kita. Jumlah itu ternyata hanya mewakili memoriyang menyimpan khusus objek yang berupa gambar (korteks visual). Lalu bagaimana dengan objek yang berupa sentuhan, suara dan aroma? Tentu akan terdapat banyakbanyak objek yang tersimpan di dalam “folder” penyimpanan datanya masing-masingyang apabila dikalkulasikan semuanya akan menghasilkan jumlah yang sangat banyak,sehingga kita tidak akan mampu menghitungnya lagi. Jumlah sebanyak ini tidakakan mampu disimpan oleh sistem penyimapanan data secanggih apapun meskipunilmu pengetahuan dan tekhnologi semakin maju.
Sahabat mengapa ya kita harus kudu jengkel terhadap apapun atau siapapun. Bukankah lebih baik kita selalu kembali niat baik otak, mengapa bisa saja karena ada beberapa hal yang tidak atau belum bisa di terima oleh otak kita ya. Astagfirloh tunggu dulu jangan buru menyalahkan otak sebagai kambing hitam apalagi kambing biru, karena otak kita itu sudah pandai dan mengerti harus melakukan apa saat sesuatu terjadi pada kita. Sebagai contoh sensasi saat orang merasakan sakit karena tergores misalnya maka sensasi ini dikirimkan oleh sel - sel yang mengandung zat "endorfin". Zat yang memiliki tugas untuk menghilangkan rasa sakit, nyeri, tertekan dan relaksasi tubuh.
(sumber ensiklopedia mukjizat ilmiah, Harun Yahya)
Otak besar dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
a. Belahan otak bagian kanan


Tiap belahan otak, yaitu otak bagian kanan dan otak bagian kiri terbagi dalam 4 lobus, yaitu :
Saat ini perkembangan kecanggihan tekhnologi komputer semakin mencengangkan,bagaimana tidak, hampir seluruh kegiatan manusia terhubung dengan perangkat ini. Dalam beberapa hal, komputer memang lebih cepat dari otak manusia,sehingga banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan cepat dan efisien.Fenomena ini membuat banyak orang yang khawatir jika suatu saat nanti komputerakan lebih pintar dari manusia, sehingga akhirnya menggeser tenaga manusia.
Bisa jadi munculnya kejengkelan dalam hati kita karena kita kurang bisa memodifikasi permasalahan sehingga kita terjebak dalam rutinitas "mendiamkan masalah", mengendapkan sampai suatu masa diledakkan dan akhirnya menjadi tontonan yang tidak patut di contoh bagi sekitar kita karena ucapan-ucapan yang tak pantas keluar karena sikap yang tak santun tertampak.Nah lho , nggak nyaman kan jika demikian. Tentu saja kekhawatiran ini kurang berdasar, sebab perangkat komputer dalam pengoperasiannya tidak akan mampu berfungsi tanpa ada otak intelektual yangbertindak.Sehingga tanpa sadar informasi yang masuk itu sangat banyak dan akan terfilter dengan sendirinya oleh pasukan hebat tersebut yaitu neuron-neuroan yang bermilyar - milyar jumlahnya.
Secara normal, setiap hari otak kita dapat menyimpan setengah juta gambar objek yang diterima setelahditangkap dulu oleh fungsi mata kita. Jumlah itu ternyata hanya mewakili memoriyang menyimpan khusus objek yang berupa gambar (korteks visual). Lalu bagaimana dengan objek yang berupa sentuhan, suara dan aroma? Tentu akan terdapat banyakbanyak objek yang tersimpan di dalam “folder” penyimpanan datanya masing-masingyang apabila dikalkulasikan semuanya akan menghasilkan jumlah yang sangat banyak,sehingga kita tidak akan mampu menghitungnya lagi. Jumlah sebanyak ini tidakakan mampu disimpan oleh sistem penyimapanan data secanggih apapun meskipunilmu pengetahuan dan tekhnologi semakin maju.
Sahabat mengapa ya kita harus kudu jengkel terhadap apapun atau siapapun. Bukankah lebih baik kita selalu kembali niat baik otak, mengapa bisa saja karena ada beberapa hal yang tidak atau belum bisa di terima oleh otak kita ya. Astagfirloh tunggu dulu jangan buru menyalahkan otak sebagai kambing hitam apalagi kambing biru, karena otak kita itu sudah pandai dan mengerti harus melakukan apa saat sesuatu terjadi pada kita. Sebagai contoh sensasi saat orang merasakan sakit karena tergores misalnya maka sensasi ini dikirimkan oleh sel - sel yang mengandung zat "endorfin". Zat yang memiliki tugas untuk menghilangkan rasa sakit, nyeri, tertekan dan relaksasi tubuh.
(sumber ensiklopedia mukjizat ilmiah, Harun Yahya)
Otak besar dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
a. Belahan otak bagian kanan

Otak besar memiliki 2 bagian belahan otak
yaitu otak belahan bagian kanan dan otak bagian kiri. Disetiap belahan
otak memiliki fungsinya masing-masing seperti
Bagian otak kanan memiliki fungsi otak kanan antara lain untuk :
- Mengontrol sisi tubuh bagian kiri
- Bertanggung jawab atas perkembangan Emotional Quotient (EQ) misalnya bersosialisasi, berkomunikasi, mengendalikan emosi, serta berinteraksi dengan manusia yang lain
- Bertanggung jawab atas kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, serta mengekspresikan tubuh seperti menari, melukis, bernyanyi, maupun kegiatan-kegiatan lainnya.
- melukis kemampuan yang menggunakan otak kanan

Bagian otak ini memiliki beberapa fungsi otak kiri antara lain :
- Mengontrol sisi tubuh bagian kanan
- Merupakan pusat Intelegent Quotient (IQ) atau hal-hal yang memiliki hubungan dengan rasio dan logika seperti kemampuan untuk membaca dan menulis.
Tiap belahan otak, yaitu otak bagian kanan dan otak bagian kiri terbagi dalam 4 lobus, yaitu :
- Lobus frontal, yaitu bagian terdepan dari otak besar, dimana lobus ini berkaitan dengan fungsi motorik, kemampuan untuk menyelesaikan masalah, kemampuan untuk menilai sesuatu, kreativitas, kemampuan untuk mengontrol perasaan dan perilaku seksual, kemampuan untuk memahami bahasa, membuat alasan, merencanakan sesuatu, dan lain sebagainya.
- Lobus parietal, yaitu bagian tengah otak besar yang berhubungan dengan sensor perasaan seperti rasa sakit, sentuhan, tekanan, dan lain sebagainya.
- Lobus Temporal, yaitu bagian bawah dari otak besar yang berhubungan dengan memori dan pendengaran.
- Lobus Occipital, yaitu bagian belakang otak besar yang berhubungan dengan sistem pengolahan otak visual manusia sehingga nantinya dapat berinterpretasi dengan segala sesuatu yang dilihat. (https://dosenbiologi.com/manusia/bagian-bagian-otak-manusia)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar