PART TWO
Terkadang
hal yang biasa saja dapat menjadi sesuatu yang luar biasa jika kita melihat
dengan sudut pandang yang luar biasa. Sebaliknya hal yang tampak luar biasa
bagi orang lain akan tampak sangat biasa saja bagi kita yang enggan untuk
melihat sesuatu itu. Bingung ya sahabat. Maksud saya apa yang kita lakukan itu
seharusnya ada aturan yang diberlakukan oleh diri sendiri seperti punya kamus
sendiri gitu, pernah ingat nggak saat kita membeli motor baru misalnya, nah ada
khan buku petunjuknya sehingga pengguna bisa
menerapkannya dengan hanya membacanya karena susunannya sudah sistematis.
Ada apa dengan manajemen??? 



Assalamu’alaikum
sahabat, di hari kedua puasa semoga masih dikuatkan Allah SWT dengan semua
aktivitas maupun agenda- agenda yang rutin di gelar agar tidak terbelengkalai.
“Maaf ya karena malam banget nih baru sempat posting.
Kita sambung penyampaian yang kemarin, setuju a tentang mengapa harus ada
jengkel di antara manusia. Jujur saja rasanya segala sesuatu itu pasti ada sisi
kebalikannya jika ada hitam ada putih ada baik ada buru. Nah begitu juga dengan
diri kita lho sahabat.
Jika waktu kita menemukan hal yang baru atau beda
dari standar kita maka reaksi tubuh,jiwa
dan fikiran akan berbeda-bedajuga
bergantung dari besar kecilnya kemampuan kita mengolah rasa yang pernah ada.
Sahabat, bukan bermaksud berpanjang
kalam, melainkan perlu kita tahu mengapa
jengkel itu harus dihindari sebisa dan sejauh mungkin. “ Bisa nggak ya,…”
Sebelumnya saya sampaikan sedikit tentang managemen, sekedar sharing ya sahabat
agar tulisan saya nyaman di bacanya.Setuju khan…!
Baiklah kita lanjut ya menurut saya manajemen itu sangat
penting agar segala sesuatunya dapat terencana, terorganisasi, terarah dan
terkontrol. Dalam dunia usaha manajemen adalah suatu proses dalam
rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber
daya organisasi lainnya. Itu dalam dunia kerja yang mengharuskan
profesionalitas. Irisannya adalah saya mengambil contoh dari perusahaan untuk coba
telaah tentang sebuah rasa jengkel. Jika kita mampu mengatasainya, dalam hal
ini yang terjadi adalah komitemen dan konsistensi akan sebuah kesepakatan hati
sehingga tidak mudah robek manakali ada hasutan yang menggantung.
Singkatnya mengapa
manajemen diperlukan ada beberapa hal di antaranya adalah :
1.
Untuk mencapai tujuan hidupmu. Apakah orientasi yang dibutuhkan untuk
mencapai tujuan hidupmu dan tujuan individu lainnya yang sesuai dengan standar kemasyarakatan.
2.
Untuk menjaga keseimbangan
diantara tujuan-tujuan yang saling bertentangan. Manajemen
dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara tujuan, sasaran dan kegiatan yang
bertentangan dari pola fikir kita, status sosial , pendidikan, hobi kita
sehingga kita tidak mudah oleng, gampang tersinggung bahkan terhasut pihak-pihak
yang berkepentingan tidak benar kepada kita.
3.
Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas. Efisiensi adalah kemampuan untuk menyelesaikan
permasalahan dengan benar sedangkan efektivitas merupakan
kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau penyelesaian yang tepat untuk pencapaian tujuan hidup yang
telah ditetapkan.
Jadi kita tidak boleh
merasa bahwa rasa jengkel dengan tingkat intensitas tinggi itu adalah hal yang
wajar, “ wah tentunya hal itu bisa berbahaya”.
Memahami arti kata Jjengkel
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia kejengkelan berasal dari kata dasar jengkel. Kejengkelan memiliki arti dalam
kelas nomina atau kata benda sehingga
kejengkelan dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan
segala yang dibendakan. Secara Arti:
maka bisa disebut juga Kejengkelan
berarti perasaan kesal; perasaan mendongkol; kekesalan hati.
Bagi
saya terdapat perbedaan yang signifikan antara marah dan jengkel.
Di mana perbedaan tersebut? Yuk, kita simak pembahasannya.
Marah,adalah sebuah rasa kekesalan yang
sudah diwujudkan dengan tindakan dan di awali dengan rasa jengkel sumbernya
dari emosi yang tak tertahankan atau tak terkendalikan lagi alias kekesalan yang
dilampiaskan .Sedangkan Jengkel adalah rasa kesal yang dipendam, namun baru
sekedar omongan,belum diwujudkan dalam tindakan. Intinya,masih disimpan dalam
hati yang “rada sakit deh”., biasanya berawal dari rasa iri hati dan sinis
terhadap sesuatu.
Bila rasa jengkel itu sudah memuncak
atau melewati batas,maka rasa itu bisa berubah menjadi rasa marah.
Nah sahabat marah itu terjadi setelah suatu
hal telah melewati batasnya, sedangkan
jengkel masih dalam skala batas normal he…he…he….
Sebagai ilustrasi pendek.
Temanku menutup semua penuturannya dengan satu
anggukan tegas.
“ Kamu harus bisa bedain, apa itu marah, ngambek,
kesal dan kecewa, jangan semuanya di pukul rata, aneh itu rasanya…”
aku hanya mengannguk takzim, menatap mimik wajahnya
yang semakin terlihat lebih serius dari sebelumnya.
“ Orang yang marah tuh, cirinya dia mengumpat
dengan kata-kata kasar. Orang yang ngembek tuh cenderung merajuk dan kadang
mudah untuk memberi maaf. Orang yang kesal tuh cirinya dia akan menangis dan
mengutuki apa yang telah membuatnya kesal…
dan orang yang kecewa tuh, cenderung tak berkomenta
bahkan mungkin cukup dengan gelengan
kepala, anggukan berat. Hanya saja terkadang beberapa dari mereka yang merasa
dikewakan itu akan memilih untuk tidak menganggap keberadaan orang yang telah
membuatnya kecewa…” ujarnya dengan tatapan penuh kepastian, apa yang kulakukan?
aku hanya menunduk dalam, tenggelam dalam pantulan diri sendiri selama beberapa
tahun terakhir…
“ Kamu harus tahu… ciri orang yang kecewa adalah,
dia akan diam ” pungkasnya dengan intonasi agak tinggi
dan sedikit kasar.
To be continued until tomorrow ya sahabat sudah mulai nguantuuk. Have a nice dream.
Wassalamu’alaikum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar