taraweh hari kelima
Kunci
Konsep Diri
Ramadhan
berkah, berkah ramadhan. Tetap semangat , kreatif,menggerakkan kebaikan
,menebar manfaat. Bagaimana kabar hatinya hari ini sahabat, semoga tetap dalam
keistiqomahan ya.
Yups
betul sekali karena itu yang terpenting. Sudah memasuki puasa hari kelima
pastinya tambah semangat memantaskan diri kita untuk di saying oleh sang Maha
Penyayang. Teruslah untuk bergerak bahkan saat tidak ada lagi ruang yang bisa
di tempati ayo tetap bergerak, mencoba dinamis akan sebuah proses yaitu
mengenal diri sendiri.
Tentunya
sahabat pasti menyadari bahwa setiap
individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (heredity) yang bisa
saja diperoleh dari pengaruh lingkungan. Seperti karakteristik keturunan yang dimiliki sejak
lahir, baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial psikologis.
Kepribadian, perilaku apa yang diperkuat, dipikirkan, dan dirasakan oleh seseorang
(individu) merupakan hasil diri sinergi atau keterpaduan antara faktor biologis
dan pengaruh lingkungan.
Sebagaimana terdapat
dalm tafsir Surat al Hujurat [10]: Kenapa Allah Menciptakan Manusia
Berbeda-Beda? Dan Apa Kemuliaan yang Sebenarnya Menurut Al Quran?
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْناكُمْ مِنْ ذَكَرٍ
وَأُنْثى وَجَعَلْناكُمْ شُعُوباً وَقَبائِلَ لِتَعارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ
عِنْدَ اللَّهِ أَتْقاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Hai manusia, sesungguhnya
Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan
menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang
yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi
Maha Mengenal”. (Qs. al-Hujurat: 13)
Dalam
surat tersebut telah nyata bahwa kita di ciptakan Allah SWT dengan tujuan agar
menjadi manusia bertakwa. Jelaslah bahwa tidak boleh ada rasa iri hati apalagi
jengkel yang kepanjangan. Masih mau di tegur Allah? Syukur jika ditegurnya
masih berupa sakit sedikit misalnya. Nah jika levelnya sudah naik bagaimana.
Tentu ada kuncinya yaitu IKHLAS DAN TAKWA.
Para ahli tafsir menyebutkan bahwa ayat
di atas adalah melarang untuk berbangga diri dengan menggunakan nasab, maka
maksud dari ayat “dari
seorang laki-laki dan seorang perempuan” adalah Adam dan Hawa
maknanya adalah Kami menciptakan kalian dari ayah dan ibu yang sama tanpa ada
perbedaan antara yang berkulit putih dan hitam serta yang Arab dan non-Arab dan
Kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku bukan untuk saling
memuliakan diri kepada yang lainnya tapi agar kalian saling mengenal sehingga
sebagian kalian bisa mengenal sebagaian lainnya dan dengan begitu sempurnalah
urusan sosial kalian dan hubungan kalian menjadi baik, inilah tujuan kenapa
Allah menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku bukan untuk
membanggakan diri dengan nasab atau dengan ayah dan ibu kalian. Sudah mulai
ketemu dengan akar permaalahannya.
Di tempat lain Imam Ali as. juga menambahkan:
فاعتصموا بتقوى
الله فإنّ لها حبلا وثيقا عروته ومعقلا منيعا ذروته
“Berpegang teguhlah kepada takwa sesungguhnya
pada ketakwaan terdapat tali yang kuat ikatanya dan benteng yang kokoh
puncaknya”.
Bagaimana sahabat, masih belum bosan lanjut bacanya ya!
Oh
ya satu lagi sahabat jika kemuliaan itu diukur dengan takwa maka paling
mulianya manusia adalah yang paling bertakwa di antara mereka sebagaimana
firman dari Allah. Dan tujuan yang dipilih oleh Allah dengan ilmu-Nya ini
adalah tujuan bagi manusia yang tidak akan menemui benturan dan tidak akan ada
saling dorong-mendorong antara pihak yang terlibat dengannya, berbeda dengan
tujuan-tujuan dan kemuliaan-kemuliaan yang dituju manusia berdasarkan khayalan
mereka seperti kekayaan, kepemimpinan, kecantikan dan lain sebagainya.
Untuk kali ini close case deh. Udah jelas
pastinya. Semoga!
Sedangkan
dalam aspek perkembangan individu, dikenal juga dua fakta yang menonjol, yaitu:
* semua diri
manusia mempunyai unsur-unsur kesamaan dalam pola perkembangannya,
* di dalam
pola yang bersifat umum dari apa yang membentuk warisan manusia – secara
biologis dan sosial – tiap-tiap individu mempunyai kecenderungan berbeda.
Perbedaan-perbedaan tersebut secara keseluruhan lebih banyak bersifat
kuantitatif dan bukan kualitatif.
Nah,
sudah pada tahu belum terkait apa saja hal – hal atau bidang apa saja dari makna
“perbedaan” dan “perbedaan individual” menurut lindgren (1980) menyangkut
variasi yang terjadi, baik variasi pada aspek fisik maupun psikologis. Jika masih belum, mari kita lanjutkan!
Adapun bidang-bidang yang kita tahu perbedaannya
adalah:
·
Perbedaan dalam hal
Kognitif atau Pengetahuan
Kemampuan
kognitif ini adalah kemampuan yang berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan
dan tehnologi. Setiap orang memiliki persepsi tentang hasil pengamatan atau
penyerapan atas suatu obyek. Berarti ia menguasai segala sesuatu yang
diketahui, dalam arti pada dirinya terbentuk suatu persepsi, dan pengetahuan
itu diorganisasikan secara sistematik untuk menjadi miliknya. Jadi jangan baperan
agar berkah hidup kita.
·
Perbedaan Kecakapan
Bahasa
Kemampuan
tiap individu dalam berbahasa berbeda-beda. Kemampuan berbahasa merupakan
kemampuan seseorang untuk menyatakan buah pikirannya dalam bentuk ungkapan kata
dan kalimat yang penuh makna, logis dan sistematis. Kemampuan berbahasa sangat dipengaruhi oleh faktor kecerdasan dan
faktor lingkungan serta faktor fisik (organ bicara).
·
Perbedaan Kecakapan
Motorik
Kecakapan
motorik atau kemampuan psiko-motorik merupakan kemampuan untuk melakukan
koordinasi gerakan syarat motorik yang dilakukan oleh syaraf pusat untuk
melakukan kegiatan.
·
Perbedaan Latar
Belakang
erbedaaan
latar belakang dan pengalaman mereka masing-masing dapat memperlancar atau
menghambat prestasinya, terlepas dari potensi individu untuk menguasai bahan.
·
Perbedaan Bakat
Bakat
merupakan kemampuan khusus yang dibawa sejak lahir. Kemampuan tersebut akan
berkembang dengan baik apabila mendapatkan rangsangan dan pemupukan secara
tepat sebaliknya bakat tidak berkembang sama, manakala lingkungan tidak memberi
kesempatan untuk berkembang, dalam arti tidak ada rangsangan dan pemupukan yang
menyentuhnya. Masyaalloh Allah yang Maha Hebat.
·
Perbedaan Kesiapan
Belajar
Perbedaan
latar belakang, yang mliputi perbedaan sisio-ekonomi sosio kultural, amat
penting artinya bagi perkembangan anak. Akibatnya anak-anak pada umur yang sama
tidak selalu berada pada tingkat kesiapan yang sama dalam menerima pengaruh
dari luar yang lebih luas.
Itulah
sahabat sekelumit pengetahuan yang bisa saya bagi , semoga memberikan manfaat
bagi kita semua. Aamiin.
Ramadhan bulan Mubarrok.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar