Minggu, 20 Mei 2018

BaW4,Be yourself


taraweh hari kelima

B.Perbedaan Individu, Image result for perbedaan marah dan jengkelKunci Konsep Diri


Ramadhan berkah, berkah ramadhan. Tetap semangat , kreatif,menggerakkan kebaikan ,menebar manfaat. Bagaimana kabar hatinya hari ini sahabat, semoga tetap dalam keistiqomahan ya.
Yups betul sekali karena itu yang terpenting. Sudah memasuki puasa hari kelima pastinya tambah semangat memantaskan diri kita untuk di saying oleh sang Maha Penyayang. Teruslah untuk bergerak bahkan saat tidak ada lagi ruang yang bisa di tempati ayo tetap bergerak, mencoba dinamis akan sebuah proses yaitu mengenal diri sendiri.
       Tentunya sahabat pasti  menyadari bahwa setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (heredity) yang bisa saja diperoleh dari pengaruh lingkungan. Seperti  karakteristik keturunan yang dimiliki sejak lahir, baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial psikologis. Kepribadian, perilaku apa yang diperkuat, dipikirkan, dan dirasakan oleh seseorang (individu) merupakan hasil diri sinergi atau keterpaduan antara faktor biologis dan pengaruh lingkungan.

Sebagaimana terdapat dalm tafsir Surat al Hujurat [10]: Kenapa Allah Menciptakan Manusia Berbeda-Beda? Dan Apa Kemuliaan yang Sebenarnya Menurut Al Quran?
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْناكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثى وَجَعَلْناكُمْ شُعُوباً وَقَبائِلَ لِتَعارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Qs. al-Hujurat: 13)
        Dalam surat tersebut telah nyata bahwa kita di ciptakan Allah SWT dengan tujuan agar menjadi manusia bertakwa. Jelaslah bahwa tidak boleh ada rasa iri hati apalagi jengkel yang kepanjangan. Masih mau di tegur Allah? Syukur jika ditegurnya masih berupa sakit sedikit misalnya. Nah jika levelnya sudah naik bagaimana. Tentu ada kuncinya yaitu IKHLAS DAN TAKWA.
        Para ahli tafsir menyebutkan bahwa ayat di atas adalah melarang untuk berbangga diri dengan menggunakan nasab, maka maksud dari ayat “dari seorang laki-laki dan seorang perempuan” adalah Adam dan Hawa maknanya adalah Kami menciptakan kalian dari ayah dan ibu yang sama tanpa ada perbedaan antara yang berkulit putih dan hitam serta yang Arab dan non-Arab dan Kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku bukan untuk saling memuliakan diri kepada yang lainnya tapi agar kalian saling mengenal sehingga sebagian kalian bisa mengenal sebagaian lainnya dan dengan begitu sempurnalah urusan sosial kalian dan hubungan kalian menjadi baik, inilah tujuan kenapa Allah menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku bukan untuk membanggakan diri dengan nasab atau dengan ayah dan ibu kalian. Sudah mulai ketemu dengan akar permaalahannya.
Di tempat lain Imam Ali as. juga menambahkan:
فاعتصموا بتقوى الله فإنّ لها حبلا وثيقا عروته ومعقلا منيعا ذروته
“Berpegang teguhlah kepada takwa sesungguhnya pada ketakwaan terdapat tali yang kuat ikatanya dan benteng yang kokoh puncaknya”.

Bagaimana sahabat, masih belum bosan lanjut bacanya ya!
  
Oh ya satu lagi sahabat jika kemuliaan itu diukur dengan takwa maka paling mulianya manusia adalah yang paling bertakwa di antara mereka sebagaimana firman dari Allah. Dan tujuan yang dipilih oleh Allah dengan ilmu-Nya ini adalah tujuan bagi manusia yang tidak akan menemui benturan dan tidak akan ada saling dorong-mendorong antara pihak yang terlibat dengannya, berbeda dengan tujuan-tujuan dan kemuliaan-kemuliaan yang dituju manusia berdasarkan khayalan mereka seperti kekayaan, kepemimpinan, kecantikan dan lain sebagainya.
Untuk kali ini close case deh. Udah jelas pastinya. Semoga!

Sedangkan dalam aspek perkembangan individu, dikenal  juga dua fakta yang menonjol, yaitu:
* semua diri manusia mempunyai unsur-unsur kesamaan dalam pola perkembangannya,
* di dalam pola yang bersifat umum dari apa yang membentuk warisan manusia – secara biologis dan sosial – tiap-tiap individu mempunyai kecenderungan berbeda. Perbedaan-perbedaan tersebut secara keseluruhan lebih banyak bersifat kuantitatif dan bukan kualitatif.
Nah, sudah pada tahu belum terkait apa saja hal – hal atau bidang apa saja dari makna “perbedaan” dan “perbedaan individual” menurut lindgren (1980) menyangkut variasi yang terjadi, baik variasi pada aspek fisik maupun psikologis. Jika masih belum, mari kita lanjutkan!

Adapun bidang-bidang yang kita tahu perbedaannya adalah:
·         Perbedaan dalam hal Kognitif atau Pengetahuan
Kemampuan kognitif ini adalah kemampuan yang berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan tehnologi. Setiap orang memiliki persepsi tentang hasil pengamatan atau penyerapan atas suatu obyek. Berarti ia menguasai segala sesuatu yang diketahui, dalam arti pada dirinya terbentuk suatu persepsi, dan pengetahuan itu diorganisasikan secara sistematik untuk menjadi miliknya. Jadi jangan baperan agar berkah hidup kita.
·         Perbedaan Kecakapan Bahasa
Kemampuan tiap individu dalam berbahasa berbeda-beda. Kemampuan berbahasa merupakan kemampuan seseorang untuk menyatakan buah pikirannya dalam bentuk ungkapan kata dan kalimat yang penuh makna, logis dan sistematis. Kemampuan berbahasa  sangat dipengaruhi oleh faktor kecerdasan dan faktor lingkungan serta faktor fisik (organ bicara).
·         Perbedaan Kecakapan Motorik
Kecakapan motorik atau kemampuan psiko-motorik merupakan kemampuan untuk melakukan koordinasi gerakan syarat motorik yang dilakukan oleh syaraf pusat untuk melakukan kegiatan.
·         Perbedaan Latar Belakang
erbedaaan latar belakang dan pengalaman mereka masing-masing dapat memperlancar atau menghambat prestasinya, terlepas dari potensi individu untuk menguasai bahan.
·         Perbedaan Bakat
Bakat merupakan kemampuan khusus yang dibawa sejak lahir. Kemampuan tersebut akan berkembang dengan baik apabila mendapatkan rangsangan dan pemupukan secara tepat sebaliknya bakat tidak berkembang sama, manakala lingkungan tidak memberi kesempatan untuk berkembang, dalam arti tidak ada rangsangan dan pemupukan yang menyentuhnya. Masyaalloh Allah yang Maha Hebat.
·         Perbedaan Kesiapan Belajar
Perbedaan latar belakang, yang mliputi perbedaan sisio-ekonomi sosio kultural, amat penting artinya bagi perkembangan anak. Akibatnya anak-anak pada umur yang sama tidak selalu berada pada tingkat kesiapan yang sama dalam menerima pengaruh dari luar yang lebih luas.
Itulah sahabat sekelumit pengetahuan yang bisa saya bagi , semoga memberikan manfaat bagi kita semua. Aamiin.
Ramadhan bulan Mubarrok.



Image result for perbedaan marah dan jengkelImage result for perbedaan marah dan jengkelImage result for perbedaan marah dan jengkel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel 9 Let Go