Jumat, 18 Mei 2018

baw#days1

PART ONE

Terkadang hal yang biasa saja dapat menjadi sesuatu yang luar biasa jika kita melihat dengan sudut pandang yang luar biasa. Sebaliknya hal yang tampak luar biasa bagi orang lain akan tampak sangat biasa saja bagi kita yang enggan untuk melihat sesuatu itu. Bingung ya sahabat. Maksud saya apa yang kita lakukan itu seharusnya ada aturan yang diberlakukan oleh diri sendiri seperti punya kamus sendiri gitu, pernah ingat nggak saat kita membeli motor baru misalnya, nah ada khan buku petunjuknya sehingga pengguna bisa  menerapkannya dengan hanya membacanya karena susunannya sudah sistematis.

Ada apa dengan manajemen??? Islamic-Wallpapers-151.jpgIslamic-Wallpapers-151.jpgIslamic-Wallpapers-151.jpgIslamic-Wallpapers-151.jpg

Assalamu’alaikum sahabat, di hari kedua puasa semoga masih dikuatkan Allah SWT dengan semua aktivitas maupun agenda- agenda yang rutin di gelar agar tidak terbelengkalai.
“Maaf ya karena malam banget nih baru sempat posting. Kita sambung penyampaian yang kemarin, setuju a tentang mengapa harus ada jengkel di antara manusia. Jujur saja rasanya segala sesuatu itu pasti ada sisi kebalikannya jika ada hitam ada putih ada baik ada buru. Nah begitu juga dengan diri kita lho sahabat.   
Jika  waktu kita menemukan hal yang baru atau beda dari standar kita  maka reaksi tubuh,jiwa dan  fikiran akan berbeda-bedajuga bergantung dari besar kecilnya kemampuan kita mengolah rasa yang pernah ada.
Sahabat, bukan bermaksud berpanjang kalam, melainkan  perlu kita tahu mengapa jengkel itu harus dihindari sebisa dan sejauh mungkin. “ Bisa nggak ya,…” Sebelumnya saya sampaikan sedikit tentang managemen, sekedar sharing ya sahabat agar tulisan saya nyaman di bacanya.Setuju khan…!
Baiklah kita lanjut ya  menurut saya manajemen itu sangat penting agar segala sesuatunya dapat terencana, terorganisasi, terarah dan terkontrol.  Dalam dunia usaha manajemen adalah suatu proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya. Itu dalam dunia kerja yang mengharuskan profesionalitas. Irisannya adalah saya mengambil contoh dari perusahaan untuk coba telaah tentang sebuah rasa jengkel. Jika kita mampu mengatasainya, dalam hal ini yang terjadi adalah komitemen dan konsistensi akan sebuah kesepakatan hati sehingga tidak mudah robek manakali ada hasutan yang menggantung.    

 Singkatnya  mengapa manajemen diperlukan ada beberapa hal  di antaranya adalah :
1.      Untuk mencapai tujuan hidupmu.  Apakah orientasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan hidupmu dan tujuan individu  lainnya yang sesuai dengan standar kemasyarakatan.
2.      Untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang saling bertentangan. Manajemen dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara tujuan, sasaran dan kegiatan yang bertentangan dari pola fikir kita, status sosial , pendidikan,  hobi kita  sehingga kita tidak mudah oleng, gampang tersinggung bahkan terhasut pihak-pihak yang berkepentingan tidak benar kepada kita.
3.       Untuk mencapai  efisiensi dan efektivitas.  Efisiensi adalah kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan  dengan benar  sedangkan efektivitas merupakan kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau penyelesaian  yang tepat untuk pencapaian tujuan hidup yang telah ditetapkan.
Jadi kita tidak boleh merasa bahwa rasa jengkel dengan tingkat intensitas tinggi itu adalah hal yang wajar, “ wah tentunya  hal itu bisa berbahaya”.

Memahami arti  kata   Jjengkel
Menurut Kamus  Besar  Bahasa Indonesia  kejengkelan berasal dari kata dasar  jengkel. Kejengkelan memiliki arti dalam kelas  nomina atau kata benda sehingga kejengkelan dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Secara  Arti: maka bisa disebut juga  Kejengkelan berarti perasaan kesal; perasaan mendongkol; kekesalan hati.
Bagi saya terdapat perbedaan yang signifikan antara marah dan jengkel.
 Di mana perbedaan tersebut?  Yuk, kita simak pembahasannya.
Marah,adalah sebuah rasa kekesalan yang sudah diwujudkan dengan tindakan dan di awali dengan rasa jengkel sumbernya dari emosi yang tak tertahankan atau tak terkendalikan lagi alias kekesalan yang dilampiaskan .Sedangkan Jengkel adalah rasa kesal yang dipendam, namun baru sekedar omongan,belum diwujudkan dalam tindakan. Intinya,masih disimpan dalam hati yang “rada sakit deh”., biasanya berawal dari rasa iri hati dan sinis terhadap sesuatu.
Bila rasa jengkel itu sudah memuncak atau melewati batas,maka rasa itu bisa berubah menjadi rasa marah.

Nah sahabat marah itu terjadi setelah suatu hal telah melewati batasnya,  sedangkan jengkel masih dalam skala batas normal he…he…he….
Sebagai ilustrasi pendek.
Temanku menutup semua penuturannya dengan satu anggukan tegas. 
“ Kamu harus bisa bedain, apa itu marah, ngambek, kesal dan kecewa, jangan semuanya di pukul rata, aneh itu rasanya…”
aku hanya mengannguk takzim, menatap mimik wajahnya yang semakin terlihat lebih serius dari sebelumnya.
“ Orang yang marah tuh, cirinya dia mengumpat dengan kata-kata kasar. Orang yang ngembek tuh cenderung merajuk dan kadang mudah untuk memberi maaf. Orang yang kesal tuh cirinya dia akan menangis dan mengutuki apa yang telah membuatnya kesal… 
dan orang yang kecewa tuh, cenderung tak berkomenta bahkan mungkin cukup  dengan gelengan kepala, anggukan berat. Hanya saja terkadang beberapa dari mereka yang merasa dikewakan itu akan memilih untuk tidak menganggap keberadaan orang yang telah membuatnya kecewa…” ujarnya dengan tatapan penuh kepastian, apa yang kulakukan? aku hanya menunduk dalam, tenggelam dalam pantulan diri sendiri selama beberapa tahun terakhir…
“ Kamu harus tahu… ciri orang yang kecewa adalah, dia akan diam ” pungkasnya dengan intonasi agak tinggi dan sedikit kasar.
To be continued until tomorrow ya sahabat  sudah mulai nguantuuk. Have a nice dream.
Wassalamu’alaikum

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel 9 Let Go