PART NINE, Ramadhan Hari keduapuluh
COME TO ALLOH
Assalamu’alaikum sahabat fillah.
Sesuai dengan kalimat pembuka di atas maka sekarang saatnya
menentukan outline dari resolusi yang telah sahabat canangkan. Potensi yang
kita miliki merupakan asset terbesar yaitu akhlak. Tanpa indahnya akhlak yang
dimiliki dan tanpa manisnya adab kita tidak akan mengerti betapa pentingnya
untuk mengatur diri kita, hidup kita sendiri sesuai keinginan agama.Kita harus
segera menemukan kunci yang dapat membuka pintu karunia Allah buat kita. Di
mana kuncinya itu? Jawabannya ada padadiri Rasululloh SAW yang mulia yang
diciptakan Allah SWT sebagai teladan bagi kita semua.
Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al Ahzab ayat 21:”
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik
bagimu(yaitu) bagi orang yang mengharap(rahmat) Allah dan (kedatangan) hari
kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
Sahabat insyaalloh setelah kita memahami dan mengerti bahwa tiada
guna memupuk rasa ketidakbaikan dalam diri, ketidakpuasan karena kenyatan hidup
dan keterbatasan pemikiran serta pemahaman, maka bersegeralah mendekat ke
Alloh. Bersungguh – sungguh mengenal dan berusaha memahami potensi diri, selalu
instrospeksi , mengerti who am i . , Ikan mendapatkan
keuntungan yang dapat segera dirasakan manfaatnya. Insyaalloh Berusaha
mengamalkan apa yang ada pada diri Rasulullah SAW hidup kita semakin berkah
karena tak ada lagi sisa amarah ataupun amarah yang tersisa.
Di antara akhlak teladan Rasulullah yang membahagiakan umat manusia
adalah :
1. Menjadi mudah dan indah
Tidak selamanya meniru itu jelek, seperti kita saat ini jika Allah SWT tidak mencipatakan Rasulullah SAW bagaimana kita bisa mencontoh akhlak beliau untuk bekal hidup di dunia dan di akhirat kelak. Meniru yang semacam ini tentulah memiliki nilai ibadah. Ibarat orang berjalan di hutan belantara yang berbahaya jika tidak ada petaan guide maka akan tersesat tak tahu arah. Berbeda jika ada penunjuk jalan yang sangat menguasai medan maka perjalanan itu akan menyenangkan dan lebih mudah. Kita bisa menikmati alam dan tadabbur dengan lebih khusyuk.
2. Menjadi lebih mulia dan terhormat
Perilaku yang dimunculkan Nabi Muhammad SAW dalam kesehariannya
sungguh luar biasa. Standarnya tinggi lho sahabat . Gimana nggak keren tuh,
coba tengok table manner yang dibilang adalah budaya barat sono padahal
lho itu dicontohkan Rasul yang beretika dan beradab saat mau makan. Sebagaimana
Allah berfirman dalam surat Al Qolam ayat 4:
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”.
Karena orang lain juga merasakan kita sebagai orang yang sabar, penyabar,
rendah hati, dermawan, penyayang, berakhlak mulia, murah senyum dan semua
kesempurnaan manusia yang melekat pada pribadi baginda Rasulullah SAW. Nah otomatis
kita juga akan dapat dong imbasnya kan orang yang dekat penjual minyak wangi
dapat juga harumnya. Secara langsung atau tidak akan mengangkat derajat, martabat
serta kemuliaan siapapun yang mencontohnya. Betul tidak sahabat. Jadi sudah nggak
zamannya lagi melakukan ibadah dengan harapan ingin dipuji atau rekayasa
ibadah. Iih ngeri ya.
Alhamdulillah sungguh nikmat jika bisa hidup dalam kedamaian.
Karena Rasul adalah pribadi yang sangat menyenangkan dan penuh manfaat bagi
orang banyak. Jadi kita secara tidak langsung juga akan menjadi pribadi
menyenangkan sahabat dan bermanfaat (selalu berusaha lho). Hal ini akan membawa
efek orang akan simpati, hormat, segan dan kasih sayang dengan kita. Kasih
sayang dan perhatian orang lain kepada kita itu adalah buah dari pribadi kita
yang asyik tadi ya. Nah kalau sudah demikian jadinya hidup menyenangkan,
mengesankan dan mengenyangkan pasti menghampiri kita. Setuju kan. Meskipun
demikian tidak menutup hal ada juga orang yang tidak bahkan benci dengan
kebaikan yang kita tebar. Stay cool aja sahabat.
Nabi Muhammad sangat menjaga kualitas dari apapun yang beliau
kerjakan. Selalu memberikan yang terbaik dari konsep hidup yang jelas,
perencanaan matang, sikap yang professional, etos kerja yang prima, kesehatan
yang optimal maka hasilnya pun pastilah mantap, sukses, berkah. Masyaalloh.
Coba bayangkan jika kita juga bersikap seperti itu. Insyaalloh kemampuan kita
akan melejit, berkembang maksimal dan aneka ragam masalah tidak menjadikan kita
lemah dan menyerah melainkan terkemas menjadi sesuatu yang bernilai tambah bagi
kemajuan postifif diri kita. Yakinlah sahabat akan terkejut dengan hasil yang
buktikan sebagai balasan dari upaya kita mempersembahkan yang terbaik dari
karya kehidupan yang kita punya.
Ini adalah janji Allah SWT yang sudah pasti sahabat untuk mencintai
siapapun yang mencintai kekasihNya maka akan dicintai olehNya. Allah Maha Benar
dengan segala yang difirmankanNya dan Maha Tahu yang tersembunyi. Jadi ayo
totalitas yuk mencinta Rasulullah SAW karena tiada kesempurnaan nikmat di dunia
ini selain menjadi bagian dari yang dicintai dan disayangi Allah SWT.
Allahuakbar!
Rasulullah SAW besabda “ Seseorang akan bersma orang yang
dicintainya” (Muttafaq Alaih)
Saat beliau di tanya oleh sahabat “seseorang yang mencintai
kaumnya, apakah kelak ia akan bersama-sama mereka?”. Ada lagi sebuah hadist dari
Anas ra, bahwa seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah. “Kapan tibanya hari
kiamat wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Apakah yang telah kamu persiapkan
untuknya?” Orang itu menjawab, “Aku tidak mempersiapkan banyak sholat, puasa
dan sedekah untuk itu, tapi aku mencintai Allah dan RosulNya.”
Rasulullah pun menjawab , “Kamu bersama siapa yang kamu cintai.”(Muttafaq
Alaih)
Subhanalloh, bagaimana sahabat masih mau mikir – mikir lagi untuk
berubah lebih baik, berbenah sejak sekarangagar nggak keseret zaman. Namun
tetap menjadi pribadi elegan yang menawan.
Rasulullah ibarat permata berkilauan yang teramat sangat indah
Mempesona dari segala penjuruh arah,
Bagai samudera ilmu yang yang bisa memuaskan dahaga ssiapa saja
Bagai mata air bening dan sejuk bagi mata batin kita
Yang mampu menuntaskan rindu umatnya yang setia
Menanti cahaya terang benderang
Menghilangkan gundah dan kegelapan
Melunturkan kesilapan raga
Menghindarkan dari jurang kenistaan tanpa agama
Semoga bermanfaat. See you next time
Wassalamu’alaikum wr wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar