PART ELEVEN, Ramadhan Hari keduapuluhtiga
ASYIKNYA BERSABAR
Alhamdulillah, Ramadhan 1439 H masih dapat kita jalani, Allah SWT masih
memberikan kesempatan kepada kita untuk menghirup oksigenNya dengan gratis.
Lebaran
sebentar lagi, baju baru sudah tertata rapi, makanan siap tersaji, cobalah
tengok apa kabarnya dengan hati?. Apakah masih terasa sepi ataukah sudah mampu
berseri – seri karena kalam Illahi sudahlah kita uji, dengan tilawah setiap
hari, dengan bersyukur penuh arti sebab hakekatnya raga ini kan pergi berganti
dengan manusia lain lagi yang akan menghuni jagad raya ini.
Sebentar
lagi akan meninggalkan kita, sedih itu yang terasa. Saatnya kita
mulaiberi’tikaf dimasjid sebagai penutup puasa kita. Sudah buka catatn kita?
Berapa banyak yangbolong, berapa persen ibadah yang sudah ditunaikan, ada
berapa banyak centang dan tanda silang.Jujurlah dan bertaubatlah jika warna
merah masih banyak ada di raport akhir perjalanan ramadhan kali ini.
v Menghadirkan
seseoarang yang menghadiahkan air mata , itu berarti Allah mendidik kita untuk
sabar.
v Jika
kita tidak pernah mengusik kehidupan seseorang tapi dia melukai kita,
percayalah saat itu Allah sedang mendidik kita untuk kuat.
v Jika
Allah mempertemukan dengan seseorang yang membuat kita tersenyum, saat itu Allah
mengajarkan kepada kita tentang rasa syukur.
v Jika
tanpa sebab seseorang hadir menghina kita, mencaci maki kita, ingatlah bahwa
itu pertanda Allah mendidik kita untuk ridha dan memacu diri lebih baik karena
tidak ada selembar daun jatuh ke tanah tanpa kehendak, izin dan sepengetahuan
Allah SWT.
v Sabar,
ridha dan syukur atas apa yang hadir menyapa dalam kehidupan kita sekalipun itu
tidak kita sukai. Boleh jadi itulah caraterindah dari Allah untuk menempa diri
kita agar menjadi insan kamil yang mulia. Aamiin.
v Yakinilah
Allah SWT selalu bersama dengan hambaNya karena “ Aku adalah berdasarkan
prasangka hambaKu, jika baik dan dekat dia merasa padaKu, maka AKU pun dekat
dengannya, begitu pula sebaliknya.
v Buku
panduan sudah kita punya yaitu Al Qur’anul Karim yang mulia
v Tuntunan
sunnah sudah pula di teladankan Rasulullah SAW dalam akhlak Al Qur’an berjalan,
lalu hendak kemanakah lagi jika kita masih berkubang duka, meratapi yang tak
ada, sementara bahagia adalah syarat utama menjalani samudera dakwah dalam
lingkaran ukhuwah yang selalu terjaga dan tertata.
Semoga
bermanfaat dan menjadikan ibrah bagi penulis dan pembaca setia.
Di
surgaNya nanti semoga kita kan berjumpa.
To be continued until tomorrow ya sahabat sudah mulai nguantuuk. Have a nice dream.
Wassalamu’alaikum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar