Senin, 06 Juli 2020


Artikel 7


IMPOSSIBLE DARING
Nanik Indrawati

Jadilah dirimu sendiri jangan biarkan amarah menguasaimu karena anak didikmu membutuhkan kamu yang berperilaku menyenangkan”. (Nanik Indrawati)

17 Maret 2020  
Pukul 11.00 Wita
Mengawali suatu pagi aku bergegas menuju sekolah yang berjarak sekitar 1 kilometer dari rumah. Ku tinggalkan sejenak putriku yang sedang tidur karena sakit cacarnya belum sembuh. Alhamdulillah ada ayahnya menemani sebentar meskipun bergantian shifnya karena kami berdua sama-sama di bidang pendidikan. Tak perlu waktu lama, motor ku parkir di area parkir sekolah dengan rapi dan langsung menuju kelas meskipun pembelajaran sudah masuk jam 11.00 wita. Muridku menyambut dengan surprise karena memang hari itu aku izin tidak masuk sekolah karena demam anakku berkisar antara 39-40 celcius.  Singkat cerita aku sudah berada dan berbaur dengan anak-anak kelasku mendampingi mereka makan opor ayam dari catering sekolah.Bercerita lepas, menanyakan kabar dan tanya jawab rutin lainnya. Alhamdulillah semuanya indah karena dari laporan ketua kelas tidak ada yang membuat ulah negatif selama saya tidak masuk 1 hari sebelumnya.
Pukul 14.00 – 15.00 Wita
Terasa sesak dadaku bersamaan dengan  keringat dingin bercucuran. Aku pun memilih duduk bersandar di pojok perpustakaan sembari melihat tingkah polah anak muridku. Entah perasaan atau karena ada yang mau kusampaikan pada mereka. Sangat berat untuk mengucapkannya. Rupanya ada yang memperhatikanku. Dengan sedikit membungkukkan badan dia bertanya padaku apakah aku sehat. Kuseka peluh di dahiku sambil menjawab pertanyaannya bahwa aku baik-baik saja. Meski waktu seperti  melambat kurasakan namun tiba jua akhir pembelajaran. Kusiapkan mentalku sembari menegur satu siswa yang bahagianya bukan main mendengar kita akan di rumah untuk 14 hari. Alhamdulillah, anak-anak mengerti dengan apa yang kusampaikan bahwa kita harus berada di rumah dari kegiatan sekolah yang dipindahkan di rumah, pekerjaan ayah bunda dan harus berupaya agar gadget mereka selalu dalam keadaan “on” karena kita akan belajar secara daring. Sedikit ketakutan sempat hinggap di relung terdalam Ya Allah bagaimana jika kami harus lama berada di rumah, seperti apa nanti pembelajaran anak-anak, bagaimana mereka dengan orang tuanya yang bisanya rumah mungkin sepi  karena sebagian ke sekolah sekarang harus ngumpul jadi satu untuk jangka waktu lama.
Bahagianya menjadi orang mukmin adalah susah ataupun senang semua dijadikan sebagai bukti rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala . Langkah yang kuambil adalah ambil wudhu dan sholat hajat. Langsung kuadukan ke Allah dan ajaibnya selang beberapa kegundahan yang kurasakan sirna berganti dengan keoptimisan bahwa aku bisa menjalani berbagai peran ini nantinya untuk jangka waktu yang belum pasti. Kusiapkan beberapa buku dan karton yang akan ku pakai untuk peraga maupun persiapan materi nantinya. Dalam otakku sudah tersusun berbagai puzzle yang berloncatan untuk segera dikerjakan.
18 Maret 2020
Akhirnya saat yang dinanti pun tiba. Memulai segalanya dari rumah agar masing-masing dari kita bisa menjadi penyebab putusnya mata rantai Covid19. Mempersiapkan materi daring dan mengirimkan ke group coordinator jenjang per parallel sehingga masing-masing dapat mengevaluasi manakala ada yang kurang betul untuk disampaikan ke anak-anak maupun wali murid yang berhubungan langsung dengan sarana pembelajaran di rumah. Materi demi materi kami kirimkan melalui whastapps tentu membuat kaget wali murid di awal pembelajarannya. Ala kulihal seperti pepatah bilang tak kenal maka tak sayang terbiasa karena terpaksa dan rutinitas yang awalnya membuat  repot karena banyaknya gadget yang error karena full memory dan juga deringan telpon dari wali murid menanyakan tentang tugas anak-anak yang belum diselesaikan sebab diantara mereka masih ada yang tidak WFH seperti wali murid yang bekerja di instansi pemerintah maupun wiraswasta.
Ada hal yang cukup membuat senyum merekah manakala ada orang tua murid yang menanyakan arti daring itu apa, sontak yang terfikir adalah istilah daring ayng merupakan kepanjangan dari dalam jaringan atau semua berada dalam lintasan internet dan memakai kuota dan penjelasan ilmiah lainnya yang mendukung, ternyata di balas dengan,” ooooh gitu ya, saya baru ngerti kirain apaan”. Beberapa istilah teknologi komunikasi yang belum familiar bagi sebagian wali murid belum lagi dengan harus memvidiokan hasil karya awalnya merepotkan mereka.Tetapi kami tidak menekankan harus dikerjakan langsung,melainkan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Dan jika mereka kesulitan maka ku putuskan untuk video call untuk menyapa maupun menanyakan kendala yang dihadapi dengan memberikan trik maupu tips yang bisa dipakai agar dapat mensiati pengumpulan tugas yang diminta guru lainnya. Paling seru juga saat praktik pengambilan nilai untuk PJOK, anak-anak melakukan olah raga senam dengan durasi 2 menit. Sungguh pengalaman yang sangat indah bagi mereka selain dapat melepas kangen dengan gurunya juga menjaga agar badan tetap sehat dan bugar meski aktivitas banyak yang dilakukan di dalam rumah.     

Pembelajaran anak-anak lebih mengambil peranan pada pembentukan karakter melalui habituasi  lifeskill seperti
  1. Sholat tanpa disuruh  Memeluk orangtua dan mendoakan mereka dengan tulus.
  2. Siswa meniatkan sebelum  tidur berdoa agar mulai esok hari dapat melaksakan sholat tanpa disuruh dan memeluk orang tua dengan kesungguhan dan penuh harap akan keridhoan orang tua.
  3. Mendengarkan asmaul husna dengan teknis penyampaian bagi ananda silahkan mendengarkan asmaul husna. Siswa mendengarkan dengan khusyuk pengumpulannya bisa di vidiokan maupun di foto(mengambil yang termudah bagi orang tua agar tifak merepotkannya karena kami menyadari bahwa jika wali murid memiliki anak lebih dari seorang maka akan menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua dalam menyelesaikan pendampingan selama covid19.
  4. Senantiasa bertasbih, berdzikir, bersyukur dan bahagia masih diberikan telinga untuk mendengar, mata untuk melihat dan merasakan penderitaan nakes dari cuplikan video yang dishare kemudian mereka memberikan ulasan maupun pendapatnya.
  5. Berwudhu dengan benar, sholat khusyuk dan berdoa untuk orang tua
  6. Belajar manajemen waktu dengan cara siswa belajar membuat  jadwal harian, dengan mencontoh orang tua sebagai keteladanannya. Contoh yang baik dan konsistensi untuk mentaati jadwal yang dibuat bersama. Misalnya kapan waktu untuk aktivitas pagi mulai dari waktu bangun tidur, waktu mandi, waktu sarapan, waktu berangkat sekolah, waktu bermain dan sebagainya pembuktiannya melalui dokumentasi pribadi difoto(hasilnya ditempel di dinding dan difoto) kemudian dishare ke walas (bagi yang sudah pernah membuat daily activity atau tugas harian) dan diberikan ke walas. Maka cukup tidak perlu membuat lagi. 
  1. Ketrampilan diri di mana siswa berkreasi membedah dan merapikan kamarnya dimulai dengan bedah tas(memilah, menyortir dan memilih mana yang boleh masuk tas) kemudian lanjut bedah kamarnya( barang apa yang seharusnya ada di kamar atau tidak) Bagi yang kesulitan membedah tas dan kamarnya bisa ditanyakan ke wali kelas  pembuktiannya dengan dokumentasi pribadi ( foto sebelum dana sesudah bedah tas atau bedah kamar)                                             
  2. Mengenal lebih dekat orang terdekat dengan cara membersihkan rumah tiap akhir pekan bersama atau siswa menyiapkan maupun membuatkan minuman kesukaan
Beberapa tugas yang diberikan juga memiliki nilai kreativitas dan kemandirian jadi
saat bersama gadget tidak terus menerus mengingattidak semua wali murid berada
dalam rumah karena tuntutan pekerjaan mereka.  Salah satu tugas di antaranya adalah :
1.      Membuat komik sederhana (stick man boleh juga dan di warnai minimal boleh BW(black and white) ditebalkan ya berisi empat kotak panel tentang Covid19 atau Bahagia Menyambut Ramadan diceritakan melalui vidio ya Nak.
2.      Membuat kalimat motivasi terkait pandemi covid19  atau menyambut ramadan ( Bebas ya boleh dari aplikasi atau tangan) diceritakan dan dividiokan kemudian kirim ke group ustadzah Nanik.
3.      Menonton vidio pembelajaran IPS dari ustadzah Nanik dan setelahnya anak-anak menonton dari link youtube   diberi pilihan cara mengerjakan yang variatif seperti ini , diberikan pengantar dulu seperti ini:
Di daerah tropis sinar matahari selalu ada sepanjang tahun dan suhu udara tidak ekstrim (tidak jauh berbeda antarmusim) sehingga masih cukup nyaman untuk melakukan berbagai kegiatan di dalam dan di luar rumah. Lama siang dan malam juga hampir sama, yaitu 12 jam siang dan 12 jam malam.     
Pilih salah satu  soal A  atau B  yang akan diberikan narasi atau  jawaban kepada ustadzah ya,Nak!                                                                                                                                                                                                                                                           
Pertanyaan A
1. berdasarkan letak astronomis Indonesia termasuk ke iklim...
2.  Aktifitas apakah yang kalian lakukan saat "stay at home" dengan cuaca yang panas atau hujan agar  tetap dalam keadaan sehat, nyaman dan bugar?      
3.  Bagaimana cara kalian bersyukur atas keadaan pandemi covid19 yang kita alami sekarang?
B. Dengan melihat letak astronomis Indonesia astronomis tersebut, dapat disimpulkan bahwa :
Dengan posisi tersebut Indonesia terletak di daerah khatulistiwa yang beriklim tropikal atau tropis yang ditandai dengan 2 musim yaitu hujan dan kemarau. Letak tersebut mengakibatkan Indonesia tidak dilalui gerakan siklon dahsyat seperti badai tornado.                                                                                                                                           2. Selisih waktu Jakarta dengan Greenwich dapat diketahui yaitu 7 jam. Setiap 15 derajat bertambah satu jam"
Pertanyaan B
1.      Apa yang dimaksud dengan letak astronomis?
2.      Apa akibat atau pengaruh letak astronomis bagi Indonesia?
3.      Mengapa Indonesia beriklim tropis?
Selama daring anak-anak juga lebih sering kita adkaan videocall untuk menanyakan kabar mereka dan selalu mendoakan mereka agar selalu hidup bersih, sesuai protokol pemerintah dan juga senantiasa menjadi pribad yang bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta ‘ala. Sangat banyak yang bisa dituliskan dan diceritakan. Intinya pengalaman untuk terus mengasah diri menjadi guru kompeten agar murid tidak terdzolimi merupakan sebuag keharusan, kita harus selalu belajar dan belajar, tidak boleh alergi dengan tekonologi dan terus mengupayakan untuk up grade kemampuan dengan pembuatan video pembelajaran yang menarik bagi siswa serta jangan pernah dilupakan agar selalu menyampaikan pesan moral di setiap pembelajaran kita. Anak-anak dan teknologi memang tidak bisa dipisahkan namun bagaimana cara kita menjadikan mereka pribadi yang cerdsa bijaksana dalam memilah dan memilih itu yang lebih utama.
Akhirul kalam semoga tulisan ini ada manfaatnya dan menjadi sumbangsih bagi literasi Indonesia dan anak-anak Indonesia umumnya agar selalu tegar dan Tangguh, pantang menyerah dengan keadaan pandemi covid19 seperti sekarang. Jadi semu mungkin dalam jaringan maupun tidak dalam jaringan memungkinkan kita untuk bermetamorfosis menjadi guru yang lebih menyenangkan bagi anak didik kita. Semoga keadaan menjadi semakin baik dan corona segera meninggalkan bumi Indonesia. Aamiin.                                                  
      
 “ Jadilah seperti jantung yang selalu memompa dan mengalirkan kebaikan di manapun berada, jangan tanyakan apa yang diberikan orang lain pada kita tapi terus asahlah  olah rasa dirimu dengan menanyakan apa yang dapat kamu berikan untuk orang lain


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel 9 Let Go