Artikel 7
IMPOSSIBLE
DARING
Nanik Indrawati
“Jadilah dirimu sendiri jangan biarkan
amarah menguasaimu karena anak didikmu membutuhkan kamu yang berperilaku
menyenangkan”. (Nanik Indrawati)
17
Maret 2020
Pukul
11.00 Wita
Mengawali
suatu pagi aku bergegas menuju sekolah yang berjarak sekitar 1 kilometer dari
rumah. Ku tinggalkan sejenak putriku yang sedang tidur karena sakit cacarnya
belum sembuh. Alhamdulillah ada ayahnya menemani sebentar meskipun bergantian shifnya
karena kami berdua sama-sama di bidang pendidikan. Tak perlu waktu lama, motor
ku parkir di area parkir sekolah dengan rapi dan langsung menuju kelas meskipun
pembelajaran sudah masuk jam 11.00 wita. Muridku menyambut dengan surprise karena
memang hari itu aku izin tidak masuk sekolah karena demam anakku berkisar
antara 39-40 celcius. Singkat cerita aku
sudah berada dan berbaur dengan anak-anak kelasku mendampingi mereka makan opor
ayam dari catering sekolah.Bercerita lepas, menanyakan kabar dan tanya jawab
rutin lainnya. Alhamdulillah semuanya indah karena dari laporan ketua
kelas tidak ada yang membuat ulah negatif selama saya tidak masuk 1 hari
sebelumnya.
Pukul
14.00 – 15.00 Wita
Terasa
sesak dadaku bersamaan dengan keringat
dingin bercucuran. Aku pun memilih duduk bersandar di pojok perpustakaan sembari
melihat tingkah polah anak muridku. Entah perasaan atau karena ada yang mau kusampaikan
pada mereka. Sangat berat untuk mengucapkannya. Rupanya ada yang
memperhatikanku. Dengan sedikit membungkukkan badan dia bertanya padaku apakah
aku sehat. Kuseka peluh di dahiku sambil menjawab pertanyaannya bahwa aku
baik-baik saja. Meski waktu seperti melambat kurasakan namun tiba jua akhir
pembelajaran. Kusiapkan mentalku sembari menegur satu siswa yang bahagianya
bukan main mendengar kita akan di rumah untuk 14 hari. Alhamdulillah, anak-anak
mengerti dengan apa yang kusampaikan bahwa kita harus berada di rumah dari
kegiatan sekolah yang dipindahkan di rumah, pekerjaan ayah bunda dan harus
berupaya agar gadget mereka selalu dalam keadaan “on” karena kita akan belajar
secara daring. Sedikit ketakutan sempat hinggap di relung terdalam Ya Allah
bagaimana jika kami harus lama berada di rumah, seperti apa nanti pembelajaran
anak-anak, bagaimana mereka dengan orang tuanya yang bisanya rumah mungkin sepi
karena sebagian ke sekolah sekarang
harus ngumpul jadi satu untuk jangka waktu lama.
Bahagianya
menjadi orang mukmin adalah susah ataupun senang semua dijadikan sebagai bukti
rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala . Langkah yang kuambil
adalah ambil wudhu dan sholat hajat. Langsung kuadukan ke Allah dan ajaibnya
selang beberapa kegundahan yang kurasakan sirna berganti dengan keoptimisan
bahwa aku bisa menjalani berbagai peran ini nantinya untuk jangka waktu yang
belum pasti. Kusiapkan beberapa buku dan karton yang akan ku pakai untuk peraga
maupun persiapan materi nantinya. Dalam otakku sudah tersusun berbagai puzzle
yang berloncatan untuk segera dikerjakan.
18 Maret 2020
Akhirnya
saat yang dinanti pun tiba. Memulai segalanya dari rumah agar masing-masing
dari kita bisa menjadi penyebab putusnya mata rantai Covid19. Mempersiapkan
materi daring dan mengirimkan ke group coordinator jenjang per parallel sehingga
masing-masing dapat mengevaluasi manakala ada yang kurang betul untuk
disampaikan ke anak-anak maupun wali murid yang berhubungan langsung dengan sarana
pembelajaran di rumah. Materi demi materi kami kirimkan melalui whastapps tentu
membuat kaget wali murid di awal pembelajarannya. Ala kulihal seperti pepatah bilang
tak kenal maka tak sayang terbiasa karena terpaksa dan rutinitas yang awalnya
membuat repot karena banyaknya gadget
yang error karena full memory dan juga deringan telpon dari wali
murid menanyakan tentang tugas anak-anak yang belum diselesaikan sebab diantara
mereka masih ada yang tidak WFH seperti wali murid yang bekerja di instansi pemerintah
maupun wiraswasta.
Ada hal yang cukup membuat senyum merekah
manakala ada orang tua murid yang menanyakan arti daring itu apa, sontak yang
terfikir adalah istilah daring ayng merupakan kepanjangan dari dalam jaringan
atau semua berada dalam lintasan internet dan memakai kuota dan penjelasan
ilmiah lainnya yang mendukung, ternyata di balas dengan,” ooooh gitu ya, saya baru
ngerti kirain apaan”. Beberapa istilah teknologi komunikasi yang belum familiar
bagi sebagian wali murid belum lagi dengan harus memvidiokan hasil karya
awalnya merepotkan mereka.Tetapi kami tidak menekankan harus dikerjakan
langsung,melainkan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Dan jika mereka
kesulitan maka ku putuskan untuk video call untuk menyapa maupun menanyakan kendala
yang dihadapi dengan memberikan trik maupu tips yang bisa dipakai agar dapat
mensiati pengumpulan tugas yang diminta guru lainnya. Paling seru juga saat
praktik pengambilan nilai untuk PJOK, anak-anak melakukan olah raga senam
dengan durasi 2 menit. Sungguh pengalaman yang sangat indah bagi mereka selain
dapat melepas kangen dengan gurunya juga menjaga agar badan tetap sehat dan bugar
meski aktivitas banyak yang dilakukan di dalam rumah.
Pembelajaran
anak-anak lebih mengambil peranan pada pembentukan karakter melalui habituasi
lifeskill seperti
- Sholat
tanpa disuruh Memeluk orangtua dan
mendoakan mereka dengan tulus.
- Siswa
meniatkan sebelum tidur berdoa agar
mulai esok hari dapat melaksakan sholat tanpa disuruh dan memeluk orang
tua dengan kesungguhan dan penuh harap akan keridhoan orang tua.
- Mendengarkan
asmaul husna dengan teknis penyampaian bagi ananda silahkan mendengarkan
asmaul husna. Siswa mendengarkan dengan khusyuk pengumpulannya bisa di
vidiokan maupun di foto(mengambil yang termudah bagi orang tua agar tifak
merepotkannya karena kami menyadari bahwa jika wali murid memiliki anak
lebih dari seorang maka akan menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua
dalam menyelesaikan pendampingan selama covid19.
- Senantiasa
bertasbih, berdzikir, bersyukur dan bahagia masih diberikan telinga untuk
mendengar, mata untuk melihat dan merasakan penderitaan nakes dari cuplikan
video yang dishare kemudian mereka memberikan ulasan maupun pendapatnya.
- Berwudhu
dengan benar, sholat khusyuk dan berdoa untuk orang tua
- Belajar manajemen waktu dengan cara siswa belajar membuat jadwal harian, dengan mencontoh orang tua sebagai keteladanannya. Contoh yang baik dan konsistensi untuk mentaati jadwal yang dibuat bersama. Misalnya kapan waktu untuk aktivitas pagi mulai dari waktu bangun tidur, waktu mandi, waktu sarapan, waktu berangkat sekolah, waktu bermain dan sebagainya pembuktiannya melalui dokumentasi pribadi difoto(hasilnya ditempel di dinding dan difoto) kemudian dishare ke walas (bagi yang sudah pernah membuat daily activity atau tugas harian) dan diberikan ke walas. Maka cukup tidak perlu membuat lagi.
- Ketrampilan
diri di mana siswa berkreasi membedah dan merapikan kamarnya dimulai
dengan bedah tas(memilah, menyortir dan memilih mana yang boleh masuk tas)
kemudian lanjut bedah kamarnya( barang apa yang seharusnya ada di kamar atau
tidak) Bagi yang kesulitan membedah tas dan kamarnya bisa ditanyakan ke
wali kelas pembuktiannya dengan dokumentasi
pribadi ( foto sebelum dana sesudah bedah tas atau bedah kamar)
- Mengenal
lebih dekat orang terdekat dengan cara membersihkan rumah tiap akhir pekan
bersama atau siswa menyiapkan maupun membuatkan minuman kesukaan
Beberapa
tugas yang diberikan juga memiliki nilai kreativitas dan kemandirian jadi
saat
bersama gadget tidak terus menerus mengingattidak semua wali murid berada
dalam
rumah karena tuntutan pekerjaan mereka.
Salah satu tugas di antaranya adalah :
1.
Membuat komik sederhana (stick man boleh
juga dan di warnai minimal boleh BW(black and white) ditebalkan ya berisi empat
kotak panel tentang Covid19 atau Bahagia Menyambut Ramadan diceritakan melalui
vidio ya Nak.
2.
Membuat kalimat motivasi terkait pandemi
covid19 atau menyambut ramadan ( Bebas
ya boleh dari aplikasi atau tangan) diceritakan dan dividiokan kemudian kirim
ke group ustadzah Nanik.
3.
Menonton vidio pembelajaran IPS dari
ustadzah Nanik dan setelahnya anak-anak menonton dari link youtube diberi
pilihan cara mengerjakan yang variatif seperti ini , diberikan pengantar dulu seperti
ini:
Di daerah tropis sinar matahari selalu ada
sepanjang tahun dan suhu udara tidak ekstrim (tidak jauh berbeda antarmusim)
sehingga masih cukup nyaman untuk melakukan berbagai kegiatan di dalam dan di
luar rumah. Lama siang dan malam juga hampir sama, yaitu 12 jam siang dan 12
jam malam.
Pilih
salah satu soal A atau B
yang akan diberikan narasi atau
jawaban kepada ustadzah ya,Nak!
Pertanyaan
A
1.
berdasarkan letak astronomis Indonesia termasuk ke iklim...
2.
Aktifitas apakah yang kalian lakukan saat "stay at home"
dengan cuaca yang panas atau hujan agar
tetap dalam keadaan sehat, nyaman dan bugar?
3.
Bagaimana cara kalian bersyukur atas keadaan pandemi covid19 yang kita
alami sekarang?
B.
Dengan melihat letak astronomis Indonesia astronomis tersebut, dapat
disimpulkan bahwa :
Dengan
posisi tersebut Indonesia terletak di daerah khatulistiwa yang beriklim
tropikal atau tropis yang ditandai dengan 2 musim yaitu hujan dan kemarau.
Letak tersebut mengakibatkan Indonesia tidak dilalui gerakan siklon dahsyat
seperti badai tornado. 2. Selisih
waktu Jakarta dengan Greenwich dapat diketahui yaitu 7 jam. Setiap 15 derajat
bertambah satu jam"
Pertanyaan
B
1.
Apa yang dimaksud dengan letak astronomis?
2.
Apa akibat atau pengaruh letak astronomis
bagi Indonesia?
3.
Mengapa Indonesia beriklim tropis?
Selama
daring anak-anak juga lebih sering kita adkaan videocall untuk menanyakan
kabar mereka dan selalu mendoakan mereka agar selalu hidup bersih, sesuai
protokol pemerintah dan juga senantiasa menjadi pribad yang bersyukur kepada Allah
Subhanahu Wa Ta ‘ala. Sangat banyak yang bisa dituliskan dan diceritakan.
Intinya pengalaman untuk terus mengasah diri menjadi guru kompeten agar murid
tidak terdzolimi merupakan sebuag keharusan, kita harus selalu belajar dan belajar,
tidak boleh alergi dengan tekonologi dan terus mengupayakan untuk up grade
kemampuan dengan pembuatan video pembelajaran yang menarik bagi siswa serta
jangan pernah dilupakan agar selalu menyampaikan pesan moral di setiap
pembelajaran kita. Anak-anak dan teknologi memang tidak bisa dipisahkan namun
bagaimana cara kita menjadikan mereka pribadi yang cerdsa bijaksana dalam memilah
dan memilih itu yang lebih utama.
Akhirul
kalam semoga tulisan ini ada manfaatnya dan menjadi sumbangsih bagi literasi
Indonesia dan anak-anak Indonesia umumnya agar selalu tegar dan Tangguh,
pantang menyerah dengan keadaan pandemi covid19 seperti sekarang. Jadi semu
mungkin dalam jaringan maupun tidak dalam jaringan memungkinkan kita untuk
bermetamorfosis menjadi guru yang lebih menyenangkan bagi anak didik kita. Semoga
keadaan menjadi semakin baik dan corona segera meninggalkan bumi Indonesia. Aamiin.
“ Jadilah seperti jantung yang selalu memompa
dan mengalirkan kebaikan di manapun berada, jangan tanyakan apa yang diberikan
orang lain pada kita tapi terus asahlah olah rasa dirimu dengan menanyakan apa yang
dapat kamu berikan untuk orang lain”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar