PART FOUR, Ramadhan Hari
kedelapan
Mengapa
terjadi lagi
Sesuatu yang
kadang sudah ku alami
Berulang
dan terus berulang lagi
Sampai aku
merasakan sepi
Lalu pergi
Ramadhan sudah memasuki hari
kesembilan, perasaan mengharu biru akan muncul jika kita tidak kembali niatan
untuk berfikir dan menyampaikan apa yang ada di fikiran. Menulis dan
menulislah.
Sahabat kita telah masuk ke
pembahasan selanjutnya dari part four, semoga masih setia membaca ya . Yuk kita
kepoin lagi.Saat ini kita masih berada di
wilayah yang “zombie” alias “menyeramkan” he…he… yaitu adanya 4 hal yang
insyaalloh akan penulis sampaikan bertahap.
a.
Kebencian
yang mengakar
b.
Hati
yang sakit (barisan rasa iri hati, ketidakpuasan, kegalauan dan teman-temannya)
c.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi (attitude/sikap kita, pola fikir, background keluarga, diri
sendiri, teman, lingkungan)
d.
Bersfifat
moody (kurangnya rasa bersyukur dan penerimaan diri)
Sudah menjadi
sunnatulloh saaat kita tertimpa masalah langsung deh berkeluh kesah karena
fitrah atau dilihat dari sejarah penciptaan manusia, cie…seperti ustad kondang
ya. Seperti dalam pemahasan di part terahulu, cek lagi ya ada di bagian yang mana.
Pernah kah sahabat merasakan kejengkelan yang amazing
karena menunggu dan ternyata setelah seseorang tersebut eh malah tidak
merasa, ada plusnya pula yaitu malah ga merasa bersalah. Duh gusti Alloh.
Bagaimana rasanya ya.
Hal itu
hanyalah sebagian kecil yang seering berulang dan berulang pada diri kita sejak
kita kecil remaja, dewasa dan menua. Siklus hidup kita yang seperti roda
membuat kita arif, bijaksana, santun, sabar, kuat dan bertahanuntuk ampu
langgeng dalam sebuah hubungan. Mengapa demikian?
Karena kita tidak terlahir dari
pohon, batu atau bahkan dewa matahari seperti cerita mitos Hercules Negara Yunani
yang bahkan di hafal anak-anak, remaja dan orang dewasa yang juga membawa
pengaruh bagi cara pandang seseorang mensikapi sesuatu hal. Ada orang tua , ada
saudara, ada teman, ada handai taulan, ada kerabat dekat, ada kerabat jauh, ada
saudara seiman, saudara karena hobbi, saudara karena peristiwa pahit yang
sama-sama dialami misalnya gunung meletus, banjir atau kebakaran sehingga
menjadikan kita senasib dengan seseorang tersebut.
Nah, sejauh
mana hal – hal yang penulis sebutkan sebagai “zombie’ tadi ikut menyumbang
dalam proses munculnya karakter kita yang terekspose ke luar atau kita
tampakkan, namunsaya lebih suka menggunakan istilah ditampakkan oleh Allah SWT.
Setuju kan sahabat.Kita kupas satu –
satu tentang keempat hal di atas.
A.
Kebencian yang mengakar
Tidak
semua cinta wajib kita miliki, bahkan tidak jarang cinta dalam diam itu lebih
indah dari cinta yang ditunjukan terus terang. Jadi, untuk mencegah cinta
berubah benci jangan selalu percaya cinta harus memiliki. Seringkali kita
mendengar kalimat seperti itu sahabat, mengapa ya? Karena kotak Pandora televise
atau media telah lama menanamkan idiologinya , kemauannya tanpa kita bisa
mencegah. Jadi ketika ada kata – kata kebencian maka gelombang ucapan pasti
bernada negative. Benarkah demikian?.
Ternyata tidak seperti itu Islam
memandangnya. Boleh kok benci itu, lho kok?
Tahan dulu argumennya.
Hakekatnya yang penulis maksudkan
adalah ada 2 kebencian yaitu:
1.
Kebencian
tauhid
Kebencian ini
adalah kebencian yang muncul karena keimanan dan ketakwaan kepada Allah aza Wa
jala. Hampi semua yang asyik dan menyenangkan dilarang oleh Allah contohnya
tidak mengerjakan amalan baik, mabukan – mabukan minuman berlkohol, berdekatan
dan berani memakai narkoba, berselingkuh dari pasangan yang halal, bergunjing
dan banyak lagi yang sudah menjadi stereotype bagi manusia pada umumnya.
2.
Kebencian
nafsu
Kebencian ini
adalah kebencian yang disebabkan oleh dendam kesumat tak berkesudahan, oleh
permusuhan peribadi karena tidakbisa toleransi dengan masyarakat sekitar, sibuk
mengedepankan egonya sendiri, yang lain tidak difikirkan yang penting aku
bahagia, peduli amat dengan segala aturan agama, norma masyarakat , kaidah
kesopanan dan kesantuna. Semuanya di tabrak oleh aturan sendiri. Kalau meminjam
istilah seperti “senggol bacok” ga bisa kena singgung dikit langsung gas
poll.
Untuk
selanjutnya akan di sampaikan ke tulisan berikutnya,
Break dulu karena
sudah mendekati adzan ashar.
Terimakasih
sudah membaca. Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar