Kamis, 24 Mei 2018

BAW#DAY8zombie


PART  FOUR, Ramadhan Hari kedelapan 

Mengapa terjadi lagi
Sesuatu yang kadang sudah ku alami
Berulang dan terus berulang lagi
Sampai aku merasakan sepi
Lalu pergi

       Ramadhan sudah memasuki hari kesembilan, perasaan mengharu biru akan muncul jika kita tidak kembali niatan untuk berfikir dan menyampaikan apa yang ada di fikiran. Menulis dan menulislah.
Sahabat kita telah masuk ke pembahasan selanjutnya dari part four, semoga masih setia membaca ya . Yuk kita kepoin lagi.Saat ini kita masih berada di wilayah yang “zombie” alias “menyeramkan” he…he… yaitu adanya 4 hal yang insyaalloh akan penulis sampaikan bertahap.
a.       Kebencian yang mengakar
b.      Hati yang sakit (barisan rasa iri hati, ketidakpuasan, kegalauan dan teman-temannya)
c.       Faktor-faktor yang mempengaruhi (attitude/sikap kita, pola fikir, background keluarga, diri sendiri, teman, lingkungan)
d.      Bersfifat moody (kurangnya rasa bersyukur dan penerimaan diri)
Sudah menjadi sunnatulloh saaat kita tertimpa masalah langsung deh berkeluh kesah karena fitrah atau dilihat dari sejarah penciptaan manusia, cie…seperti ustad kondang ya. Seperti dalam pemahasan di part terahulu, cek lagi ya ada di bagian yang mana.
 Pernah kah sahabat merasakan kejengkelan yang amazing karena menunggu dan ternyata setelah seseorang tersebut eh malah tidak merasa, ada plusnya pula yaitu malah ga merasa bersalah. Duh gusti Alloh. Bagaimana rasanya ya.
Hal itu hanyalah sebagian kecil yang seering berulang dan berulang pada diri kita sejak kita kecil remaja, dewasa dan menua. Siklus hidup kita yang seperti roda membuat kita arif, bijaksana, santun, sabar, kuat dan bertahanuntuk ampu langgeng dalam sebuah hubungan. Mengapa demikian?
            Karena kita tidak terlahir dari pohon, batu atau bahkan dewa matahari seperti cerita mitos Hercules Negara Yunani yang bahkan di hafal anak-anak, remaja dan orang dewasa yang juga membawa pengaruh bagi cara pandang seseorang mensikapi sesuatu hal. Ada orang tua , ada saudara, ada teman, ada handai taulan, ada kerabat dekat, ada kerabat jauh, ada saudara seiman, saudara karena hobbi, saudara karena peristiwa pahit yang sama-sama dialami misalnya gunung meletus, banjir atau kebakaran sehingga menjadikan kita senasib dengan seseorang tersebut.
Nah, sejauh mana hal – hal yang penulis sebutkan sebagai “zombie’ tadi ikut menyumbang dalam proses munculnya karakter kita yang terekspose ke luar atau kita tampakkan, namunsaya lebih suka menggunakan istilah ditampakkan oleh Allah SWT. Setuju kan sahabat.Kita  kupas satu – satu tentang keempat hal di atas.
A.    Kebencian yang mengakar
       Tidak semua cinta wajib kita miliki, bahkan tidak jarang cinta dalam diam itu lebih indah dari cinta yang ditunjukan terus terang. Jadi, untuk mencegah cinta berubah benci jangan selalu percaya cinta harus memiliki. Seringkali kita mendengar kalimat seperti itu sahabat, mengapa ya? Karena kotak Pandora televise atau media telah lama menanamkan idiologinya , kemauannya tanpa kita bisa mencegah. Jadi ketika ada kata – kata kebencian maka gelombang ucapan pasti bernada negative. Benarkah demikian?.
Ternyata tidak seperti itu Islam memandangnya. Boleh kok benci itu, lho kok?
Tahan dulu argumennya.
Hakekatnya yang penulis maksudkan adalah ada 2 kebencian yaitu:   
1.      Kebencian tauhid
Kebencian ini adalah kebencian yang muncul karena keimanan dan ketakwaan kepada Allah aza Wa jala. Hampi semua yang asyik dan menyenangkan dilarang oleh Allah contohnya tidak mengerjakan amalan baik, mabukan – mabukan minuman berlkohol, berdekatan dan berani memakai narkoba, berselingkuh dari pasangan yang halal, bergunjing dan banyak lagi yang sudah menjadi stereotype bagi manusia pada umumnya.
2.      Kebencian nafsu
Kebencian ini adalah kebencian yang disebabkan oleh dendam kesumat tak berkesudahan, oleh permusuhan peribadi karena tidakbisa toleransi dengan masyarakat sekitar, sibuk mengedepankan egonya sendiri, yang lain tidak difikirkan yang penting aku bahagia, peduli amat dengan segala aturan agama, norma masyarakat , kaidah kesopanan dan kesantuna. Semuanya di tabrak oleh aturan sendiri. Kalau meminjam istilah seperti “senggol bacok” ga bisa kena singgung dikit langsung gas poll.


Untuk selanjutnya akan di sampaikan ke tulisan berikutnya,
Break dulu karena sudah mendekati adzan ashar.
Terimakasih sudah membaca. Semoga bermanfaat.
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel 9 Let Go