Artikel 5
REZEKI TAK AKAN TERTUKAR
لَوْ أَنَّ لِابْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ، وَلَنْ يَمْلَأَ فَاهُ إِلَّا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللهُ عَلَى مَنْ تَابَ
"Sungguh seandainya anak Adam memiliki satu lembah dari emas, niscaya ia sangat ingin mempunyai dua lembah (emas). Dan tidak akan ada yang memenuhi mulutnya kecuali tanah. Kemudian Allâh mengampuni orang yang bertaubat." (HR Bukhori-Muslim)
Apa yang ada dalam benak kita saat ingin menakar rezeki yang telah kita rasakan.
Kita sering hanya mendengar kata rezeki pikiran dan bayangan yang terekam adalah uang.
Semogakita bisa memahami bahawa hidup ini bisa dijadikan keberkahan hakiki?
Masih ada waktu memperbaiki diri?
Bagaimana caranya?
Kita coba urai sedikit ya.
Dunia hanya fasilitas untuk mengejar akhirat jadi bagaimana bisa tenang dalam kemaksiatan sedang ajal bisa kapan aja menjemput?
Peluang-peluang ibadahjanganlah disia-siakan?
Menyesalkah?
Seberapa menyesalnya?
Bagi saya itu seperti kontemplasai dengan diri sendiri (self reminder- pengingat diri saya sendiri)
Teringat jelas ibu yang memakai sunde ( alat bantu pernapasan) untuk napasnya di NICU. Tak bisa bicara dan koma. Meski dua malam berada di ruangan tersebut dan ujung pelupuk matanya yang bisa meneteskan air mata sekejap saat kalimat tahlil terus menerus ku bisikkan di telingannya.
Kadang seperti halusinasi membayangkan ujung jariya bergoyang sedikit banget .
Lihat dan dengarlah jujur pengalaman diri sendiri secara penuh sampai selesai.
Bagaimana kelanjutan dari kisah 2 malam di NICU yang kami rasakan sungguh sangat berat untuk dilalui kala itu. Dengan segala macam cara berusaha agar kesehatan ibu pulih seperti sedia kala seperti mimpi dan itu gak bisa banyak membantu menolongnya.
Bagian kelabu dari rekam jejak kita pada ilustrasi di atas dan di ganti dengan pertanyaan seperti ini.
" Jika dikasih waktu 5 menit, apa pesan terakhirmu? "
Pertanyaan lanjutannya.
"Apa iya masih punya waktu 5 menit itu?"
Malam ini terlintas begitu saja. Teringat bagaimana mukaku kulihat dikaca saat suhu tubuhku 36C. tapi seolah membeku, dingin dan pucat sepucat-pucatnya. Teringat ibuku almarhumah. Semoga Allah memberikan tempat terindah buat beliau. Aamiin
Yang kuingat adalah
"Jika dikasih kesempatan 5 menit terakhir hidupmu,
untuk meminta apa saja dan pasti akan dikabulkan, kecuali waktu ajalmu,
Jadi mengapa masih sering kita menunda berbuat baik dan menakar-nakar rezeki.
Bukannya rezeki telah ditetapkan olehNya.
Kita hanya bersiap untuk menjemput rezeki dengan cara halal, thoyyib dan berkah.
Insyaallah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar